JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kebakaran Landa Lahan Tebu Milik PNS di Sukodono. 1,5 Hektare Tebu Ludes, Warga Panik

Tim pemadam saat melakukan pemadaman di lokasi kebakaran lahan tebu di Pantirejo, Sukodono, Rabu (10/7/2019). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Tim pemadam saat melakukan pemadaman di lokasi kebakaran lahan tebu di Pantirejo, Sukodono, Rabu (10/7/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Musibah kebakaran terjadi di lahan tebu Dukuh Bogowanti RT 17, Desa Pantirejo, Sukodono, Rabu (10/7/2019) siang.

Kobaran api melahap lahan tebu siap panen milik Surono (55) PNS asal Dukuh Margorejo RT 11, Desa Pantirejo, Sukodono, Sragen.

Kebakaran terjadi sekira pukul 14.00 WIB. Data yang dihimpun di lapangan, kebakaran kali pertama diketahui oleh Tukimin (60) petani dukuh setempat.

Siang itu, saat ia hendak ke sawah dan melintasi lahan tebu milik korban, ia kaget mendapati kepulan asap dan kobaran api.

Baca Juga :  Hasil PPDB SMP Diumumkan, 21 SMP Negeri di Sragen Harus Terima Nasib Kekurangan Siswa. Kadinas Sebut Mayoritas SMPN di Pinggiran!

Karena api makin membesar, ia langsung berteriak minta tolong kepada warga lain.

Dalam sekejap, warga berhamburan melakukan pencegahan agar api tak merembet karena lokasi lahan tebu yang terbakar berada dekat dengan permukiman warga.

Sementara saat dikontak, pemilik lahan sedang berada di Ngawi Jawa Timur. Bersamaan dengan itu, tiga mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi membantu pemadaman.

Baca Juga :  Update Corona Sragen 2 Juli, Kurva Melandai Tapi 43 Warga Masuk Daftar OTG. Total Positif Masih 50 Kasus, 39 Sembuh dan 23 Warga Meninggal Dunia

Beruntung, berkat kesigapan warga dan tim PMK, api berhasil dipadamkan dan tak sampai merembet ke lahan lain maupun ke permukiman.

Namun, lahan tebu seluas 1,5 hektare sudah ludes terbakar. Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas AKP Agus Jumadi membenarkan kebakaran tersebut.

Menurutnya tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Namun kerugian material.ditaksir mencapai Rp 5 juta.

“Untuk penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,” paparnya Rabu (10/7/2019). Wardoyo