loading...
Loading...
Kondisi mobil boks dan motor yang kecelakaan maut di Gemolong-Karanggede, Desa Jeruk, Miri, dan menewaskan satu korban jiwa Selasa (30/7/2019). Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Kecelakaan maut terjadi di Jalan Gemolong-Karanggede KM 4,5 tepatnya di depan bengkel las Karya Jasa Dukuh Blumbang, Desa Jeruk, Miri, Sragen, Senin (30/7/2019) pagi. Satu orang tewas mengenaskan dalam kejadian tersebut.

Kecelakaan melibatkan mobil Mitsubishi Boks H 1481 LW dengan sepeda motor Honda Supra X125 AD 2096 SN. Kecelakaan dipicu ulah pengemudi mobil boks ugal-ugalan sehingga menggasak pengendara motor.

Data yang dihimpun di lapangan, kecelakaan terjadi pukul 08.30 WIB. Mobil boks dikemudikan Purwanto (39) warga Dukuh Sidomulyo RT 2/11, Desa Candi, Kecamatan Ampel, Boyolali dan penumpangnya Dariyanto (43) asal Tegalrejo RT 3/2 Tengaran, Semarang.

Sedangkan sepeda motor Honda Supra 125 dikendarai Saiman (63) warga Dukuh Tegalsari RT 14, Desa Sunggingan, Kecamatan Miri, Sragen.

Baca Juga :  Trauma Rentenir, Ratusan Pedagang Pasar Gondang Sepakat Tolak Praktik Pinjaman Berkedok Koperasi dari Orang-orang Batak 

Saiman tewas mengenaskan dengan luka parah di bagian telinga kanan dan hidung keluar darah, rahang kanan dan kiri patah.

Beberapa pergelangan tangan dan kaki juga patah. Korban meninggal dunia di RSI Assalam, Gemolong, Sragen.

Menurut hasil olah TKP polisi, kecelakaan bermula ketika mobil boks melaju dari arah timur ke barat. Sedangkan motor Supra X125 berjalan dari arah barat ke timur. Mobil boks melaju dengan kecepatan tinggi dan terlalu ke kanan.

Karena ugal-ugalan dan jarak sangat dekat, mobil boks lepas kendali dan menabrak pengendara motor hingga terpental.

Baca Juga :  Korupsi Alsintan Jilid 2 Sragen, Kasat Reskrim Sebut Berkas Tersangka Agus P-19 dan Sudah Dilengkapi 

Petani malang itu kemudian tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit. Kapolres Sragen, AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas AKP Agus Jumadi membenarkan kejadian itu.

“Saat ini mobil dan motor sudah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut,” paparnya. Wardoyo

 

Loading...