JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Pemerintah Stop Rekrutmen Guru Honorer

surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Puluhan ribu honorer K2 saat berdemo menuntut diangkat PNS di depan Istana Negara 30-31 Oktober 2018. Foto/Wardoyo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menyebut tahun 2019 ini sudah tidak ada lagi rekrutmen guru honorer. “Tadi Pak Menpan (Syafruddin) juga menyampaikan untuk menghentikan pengangkatan guru honorer,” kata Muhadjir di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa, (30/7/2019).

Muhadjir mengatakan, guru honorer yang ingin menjadi pegawai negeri sipil (PNS) bisa mengikuti rekrutmen CPNS tahun ini. Rekrutmen tersebut terbuka bagi tenaga honorer maupun yang baru lulus. Guru honorer juga bisa mengikuti seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Baca Juga :  Bertambah 1.681 Kasus Baru, Total Covid-19 di Indonesia Jadi 75.699

Menurut Muhadjir, ASN guru akan diprioritaskan dalam seleksi CPNS maupun PPPK. Pasalnya, selain untuk menghentikan seleksi guru honorer, keberadaan ASN guru juga untuk mengisi kekosongan guru-guru yang pensiun. “Dan mengangkat guru karena disebabkan penambahan jumlah sekolah,” katanya.

Tahun ini, pemerintah akan membuka lowongan 175 ribu aparatur sipil negara (ASN) pada Oktober 2019. Rinciannya, 100 ribu untuk CPNS dan 75 ribu untuk PPPK.

Baca Juga :  Situasi Bogor Belum Aman, 7 Penumpang Bus Positif Covid-19

CPNS dan P3K kali ini tetap memprioritaskan untuk profesi guru, tenaga kesehatan, dan tenaga teknis profesional lainnya. Adapun profesi tenaga administrasi tidak akan direkrut tahun ini.

Tenaga kesehatan tetap menjadi prioritas karena 75 persen Puskesmas di Indonesia kekurangan dokter. Adapun profesi guru juga dibutuhkan lantaran sebanyak 52 ribu guru PNS pensiun tahun ini.

www.tempo.co