JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Ketum Golkar Mendatang Tergantung Restu Jokowi

Burhanudin Muhtadi / Tempo.co
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Meski kubu Bambang Soesatyo telah menglaim mengantongi 400 suara sah dalam bursa Ketua Umum Partai Golkar, namun restu dari Presiden Jokowi menjadi faktor pening yang ikut menentunan.

Hal itu dikatakan oleh Direktur Eksekutif Indikator Politik Burhanuddin Muhtadi. Dia mengatakan, restu dari Presiden Jokowi menjadi faktor penting untuk memenangkan pertarungan di Munas.

Menilik dari ketua-ketua umum terpilih sebelumnya, kata Burhanuddin, suara Munas selalu tergantung kemana bandul penguasa mengarah.

Ketua Umum Golkar terpilih selalu merupakan sosok yang dekat dengan penguasa, dalam hal ini presiden.

“Saya masih yakin dengan tesis, siapapun yang menang di munas mendatang sangat ditentukan apakah si calon memiliki restu dari kekuasaan atau tidak,” kata Burhanudin dalam acara diskusi bertajuk ‘Memanas Jelang Kontestasi; Membaca Restu Jokowi’, di bilangan Kuningan, Minggu (7/7/2019).

Baca Juga :  Pembukaan Keran Ekspor Benih Lobster Dibayangi Potensi Kerugian

Saat ini, ada dua kandidat yang menyatakan akan maju di Munas mendatang, yakni Airlangga Hartarto dan Bambang Soesatyo.

Airlangga kini menjabat Menteri Perindustrian. Sementara Bambang Soesatyo menduduki posisi Ketua DPR RI.

“Kalau dilihat sampai sekarang, dua nama itu punya jabatan yang memiliki akses langsung pada kekuasaan, presiden,” ujar Burhanuddin.

Bamsoet sampai saat ini belum sowan kepada Jokowi untuk maju sebagai calon ketua umum Golkar. Sementara Airlangga Hartarto, pada Selasa pekan lalu telah memboyong timnya bersama 34 DPD I Golkar se-Indonesia bertemu Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.

Baca Juga :  Yasona Bawakan Buron Maria Pauline untuk Negara, Fadli Zon: Jangan Karena Takut Direshuffle

Dalam pertemuan itu, Ketua DPP Partai Golkar Bidang Media dan Penggalangan Opini, Ace Hasan Syadzily menyebut Jokowi memuji kepemimpinan Airlangga. Dia menangkap sinyal bahwa Presiden Jokowi menginginkan Airlangga Hartarto memimpin kembali Partai Golkar.

“Saya menangkap kuat dari pesan Pak Jokowi tentang memperkuat kepemimpinan yang sekarang ini sebagai isyarat bahwa kepemimpinan Pak Airlangga Hartarto agar terus dilanjutkan,” ujar Ace Hasan saat dihubungi Tempo, Selasa (2/7/2019).

www.tempo.co