JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Krisis Air Bersih Landa Sejumlah Wilayah di Sragen, Pegawai Disdikbud Rela Saweran Bantu 15 Tangki Air untuk 5 Kecamatan 

Jajaran pegawai Disdikbud Sragen saat menyerahkan bantuan air bersih ke Desa Dukuh, Tangen, Senin (9/7/2019). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Jajaran pegawai Disdikbud Sragen saat menyerahkan bantuan air bersih ke Desa Dukuh, Tangen, Senin (9/7/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Krisis air dampak musim kemarau yang mulai melanda sejumlah desa di Sragen Utara, mulai mendorong sejumlah pihak untuk menggelontorkan bantuan air bersih.

Salah satunya dari jajaran PNS di lingkungan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sragen. Prihatin dengan krisis air bersih yang melanda sejumlah desa, pegawai di lingkungan Disdikbud melakukan saweran dan urunan untuk membantu droping.

Tercatat ada 15 tangki air bersih yang digelontorkan ke beberapa desa yang mengalami kekurangan air. Droping disalurkan tadi pagi, Selasa (9/7/2019) dengan diserahkan langsung oleh pegawai Disdikbud.

Baca Juga :  Kreatif di Masa Pandemi, Polsek Sidoharjo Sragen Bersama Pemuda Sulap Lahan Kosong Jadi Sentra Aneka Sayuran. Kapolsek Pun Rela Keliling Bagi Sayuran Gratis untuk Warga

“Hari ini tadi kami menyalurkan bantuan air bersih di Desa Glagah, Desa Dukuh, di Kecamatan Tangen dan tiga desa lainnya,” papar Kadisdikbud Sragen, Suwardi melalui Sekretaris Dinas, Firdaus SU, Selasa (9/7/2019).

Ia mengatakan total ada 15 tangki air bersih yang disalurkan ke sejumlah desa di lima kecamatan yang saat ini mengalami kekurangan. Penyaluran bantuan dilakukan berkoordinasi dengan BPBD Sragen.

Baca Juga :  Di Hadapan Pengurus 10 Perguruan Silat di Sragen, Danrem 074 Surakarta Ternyata Akui Bangga Melihat Pesilat. Ungkap Dirinya Juga Pernah Ikut Perguruan Silat Ini!

“Disalurkan ke desa yang benar-benar membutuhkan. Ini sebagai wujud kepedulian dari teman-teman keluarga besar Disdikbud Sragen untuk membantu meringankan beban warga yang saat ini dilanda kekeringan dan kesulitan air bersih. Airnya dibeli dari hasil urunan saweran semua keluarga besar Disdikbud,” terang Firdaus.

Ia berharap kegiatan baksos itu bisa diikuti oleh instansi lain atau pihak donatur agar bisa membantu meringankan beban masyarakat di wilayah krisis air. Wardoyo