loading...
Loading...
Kondisi mesin pom Pertamini milkk korban yang ludes terbakar dan memicu kebakaran hebat. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Insiden kebakaran hebat melanda sebuah toko di wilayah Tanggan, Gesi, Sragen, Sabtu (6/7/2019) malam menyisakan cerita pilu. Siapa sangka, alat pengusir nyamuk berbentuk raket elektrik bisa memicu petaka hebat yang meluluhlantakkan segalanya.

Ya, gegara raket nyamuk, Daim Ngariyanto (43) warga Dukuh Gilan RT 11, Desa Tanggan, Kecamatan Gesi harus kehilangan rumah, toko berikut pom Pertamini mikiknya.

Bagaimana peristiwa mengerikan itu bermula? Data yang dihimpun di lapangan, kebakaran diduga dipicu oleh raket obat nyamuk yang dimainkan oleh anak korban saat melayani pembeli pertalite di Pertamini depan toko korban.

Menurut kesaksian warga, insiden kebakaran itu terjadi sekira pukul 18.30 WIB. Menurut keterangan saksi, malam itu ada pembeli pertalite yakni Senen (54) asal Jatitengah, Sukodono yang singgah ke toko korban.

Baca Juga :  Dihadiri Pejabat Polda, Polres Sragen Peringati Maulid Nabi dengan Bantu Ponpes di Desa Terpencil Gesi. Kapolres Bagikan Santunan Anak Yatim

Meihat ada pembeli, kemudian anak korban, Davi Ahmad Pratama (11) keluar untuk melayani pembeli.

Saat keluar, bocah itu sembari memegang raket elektrik yang digunakan mengusir nyamuk.

Celakanya, saat tangan satunya memegang nosel untuk menuangkan pertalite dari Pertamini ke motor pembeli, tangan satunya sambil memainkan raket untuk mengusir nyamuk.

“Tak dinyana, percikan elektrik yang keluar dari raket mendadak menyambar uap pertalite. Seketika api langsung berkobar dan menyambar ke arah Pom Pertamini,” ujar Kapolsek Gesi Iptu Teguh Purwoko mewakili Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan, Sabtu (6/7/2019) malam.

Melihat api berkobar, bocah itu langsung histeris dan lari. Pun dengan pembeli juga langsung menghindar dengan menyelamatkan sepeda motornya.

Baca Juga :  Pelaku Tabrak Lari Tewaskan Polisi Sragen Bripka Kurniawan Resmi Ditetapkan Tersangka. Kapolres Sebut Pelaku Mau Putar Balik 

Sementara kobaran api membuat Pertamini meledak dan kemudian menyambar toko dan seisi dagangan. Kondisi bahan bakar di Pertamini dan toko yang berisi dagangan, membuat api dengan cepat berkobar.

Kebakaran makin tak terkendali. Pemilik rumah dan warga kemudian berjibaku memadamkan api dengan peralatan seadanya. Namun besarnya api membuat upaya pemadaman sia-sia.

Empat unit mobil pemadam kebakaran dari Unit Damkar Sragen langsung dikerahkan untuk menjinakkan api.

Api baru bisa dipadamkan satu jam kemudian. Namun seluruh bangunan rumah, toko berikut isinya dan mesin Pom Pertamini sudah ludes tak tersisa.

Iptu Teguh Purwoko menambahkan akibat kejadian itu, kerugian ditaksir mencapai Rp 200 juta. Namun ia memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Wardoyo

Loading...