loading...
Loading...
Ilustrasi ban. pexels.com

JOGLOSEMARNEWS.COM – Ban merupakan salah satu komponen utama bagi alat transportasi bermesin. Oleh karena itu sangatlah penting bagi bagi pemilik kendaraan untuk selalu mengecek tekanan angin pada ban.

Saat ini ada dua pilihan untuk mengisi angin pada ban, pertama dengan angin biasa dan kedua dengan nitrogen. Untuk angin biasa ongkos pengisian terhitung murah, sedangan untuk nitrogen lebih mahal.

Kedua elemen udara memiliki karakter berbeda. Seperti dikutip dari laman Suzuki Indonesia, menyebutkan nitrogen lebih bagus dibandingkan angin biasa karena tidak mudah keluar dari karet ban. Adapun gas oksigen yang mudah keluar dari ban walaupun hanya sedikit demi sedikit.

Udara bebas yang ada di alam dan bebas dihirup sebenarnya ada unsur
nitrogennya, namun ada juga oksigen. Oksigen diketahui punya pori-pori
lebih kecil ketimbang pori-pori karet ban. Sehingga jika dibiarkan saja
selama seminggu misalnya, oksigen akan keluar.

Nitrogen yang saat ini bisa mudah didapat dari bengkel atau di SPBU
umumnya punya kadar oksigen juga, walaupun tidak banyak. Meski mengandung oksigen, gas nitrogen lebih baik karena tidak mudah keluar dari ban. Jadi tingkat kebocoran menjadi lebih rendah dan ban akan lebih aman digunakan.

Alasan selanjutnya, dengan menggunakan gas nitrogen pada ban, temperatur ban bisa tetap terjaga. Contohnya, kendaraan yang dipacu di kecepatan tinggi, dengan ban yang berisi nitrogen, temperatur ban tidak naik terlalu tinggi. Ban akan tetap dingin dan dengan suhu yang dingin, ban akan lebih awet.

Selama ini, musuh utama ban itu suhu yang panas. Saat suhu ban panas
menyebabkan karet akan menjadi empuk, menjadi lebih cepat tergesek lalu lapisan di dalam bisa terpisah, sehingga akan menjadi lebih cepat rusak.

www.tempo.co

Loading...