loading...
Loading...
Ilustrasi

JAKARTA, Joglosemarnews.com –
Ketika seorang manula butuh penanganan dokter, namun dokter tersebut justru sibu mengambil foto pasiennya untuk kepentingan brosur rumah sakit.

Akibat tindakannya yang dinilai tidak etis tersebut, dokter yang tidak disebutkan identitasnya itu dibekukan izin praktiknya.

Peristiwa itu terjadi di Cina. Saat beraksi, diduga dokter tersebut menyamar menjadi fotografer dan mengambil foto untuk brosur rumah sakit di saat seorang pasien manula membutuhkan perawatan medis darurat dari dokter itu.

Baca Juga :  Bom di Pernikahan Tewaskan 63 Orang dan Lukai 182 Lainnya

Dikutip dari asiaone.com, Sabtu (27/7/2019, pasien manula itu bernama Kang Jinlian. Kang meninggal pada 15 Juli 2019 di rumah sakit daerah Wenshui, Provinsi Shanxi karena mengalami nausea.

Sebelum meninggal, Kang dirawat di ICU unit radiologi. Cucu Kang, Wu mengatakan keluarganya dibuat menunggu dokter yang akan mengecek kondisi neneknya, saat yang sama para perawat meninggalkan ruang ICU tersebut.

Baca Juga :  Kawin Lari dengan Sepupunya, Perempuan Ini Dipukuli di Depan Umum

Dalam kondisi ini, datang seorang fotografer mengambil foto neneknya yang sedang sekarat untuk sebuah brosur.

Selama lebih dari 20 menit Wu dan keluarganya mencoba memanggil dokter agar memeriksa neneknya, namun upaya itu tidak berhasil. Kang meninggal pada keesokan paginya.

Dalam pernyataan yang dipublikasi ke media sosial pada Selasa, 23 Juli 2019, otoritas kesehatan Provinsi Shanxi mengucapkan duka cita kepada keluarga Kang dan mengaku terkejut dengan kejadian yang terjadi.

Baca Juga :  Bom di Pernikahan Tewaskan 63 Orang dan Lukai 182 Lainnya

“Jelas tidak ada toleransi bagi perilaku yang tidak etis. Seorang dokter di rumah sakit Wenshui sudah dibekukan izin tugasnya sebagai tenaga medis dan investigasi lanjutan dilakukan, dimana hasil penyelidikan ini akan diumumkan ke publik,” tulis otoritas kesehatan Provinsi Shanxi

Rumah sakit Wenshui, para dokter dan otoritas kesehatan Provinsi Shanxi menolak memberikan keterangan pada wartawan mengenai hal ini.

www.tempo.co

Iklan
Loading...