JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Internasional

Mengambil Foto Pasien yang Tengah Sekarat untuk Brosur Rumah Sakit, Izin Praktik Dokter Ini Dibekukan

Ilustrasi
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  –
Ketika seorang manula butuh penanganan dokter, namun dokter tersebut justru sibu mengambil foto pasiennya untuk kepentingan brosur rumah sakit.

Akibat tindakannya yang dinilai tidak etis tersebut, dokter yang tidak disebutkan identitasnya itu dibekukan izin praktiknya.

Peristiwa itu terjadi di Cina. Saat beraksi, diduga dokter tersebut menyamar menjadi fotografer dan mengambil foto untuk brosur rumah sakit di saat seorang pasien manula membutuhkan perawatan medis darurat dari dokter itu.

Dikutip dari asiaone.com, Sabtu (27/7/2019, pasien manula itu bernama Kang Jinlian. Kang meninggal pada 15 Juli 2019 di rumah sakit daerah Wenshui, Provinsi Shanxi karena mengalami nausea.

Baca Juga :  Cegah Covid-19, Pria Ini Kenakan Masker Emas Seharga Rp 58 Juta

Sebelum meninggal, Kang dirawat di ICU unit radiologi. Cucu Kang, Wu mengatakan keluarganya dibuat menunggu dokter yang akan mengecek kondisi neneknya, saat yang sama para perawat meninggalkan ruang ICU tersebut.

Dalam kondisi ini, datang seorang fotografer mengambil foto neneknya yang sedang sekarat untuk sebuah brosur.

Selama lebih dari 20 menit Wu dan keluarganya mencoba memanggil dokter agar memeriksa neneknya, namun upaya itu tidak berhasil. Kang meninggal pada keesokan paginya.

Baca Juga :  Sepasang Lansia Tewas Bersama Saat Lockdown, Baru Ketahuan Beberapa Bulan Kemudian

Dalam pernyataan yang dipublikasi ke media sosial pada Selasa, 23 Juli 2019, otoritas kesehatan Provinsi Shanxi mengucapkan duka cita kepada keluarga Kang dan mengaku terkejut dengan kejadian yang terjadi.

“Jelas tidak ada toleransi bagi perilaku yang tidak etis. Seorang dokter di rumah sakit Wenshui sudah dibekukan izin tugasnya sebagai tenaga medis dan investigasi lanjutan dilakukan, dimana hasil penyelidikan ini akan diumumkan ke publik,” tulis otoritas kesehatan Provinsi Shanxi

Rumah sakit Wenshui, para dokter dan otoritas kesehatan Provinsi Shanxi menolak memberikan keterangan pada wartawan mengenai hal ini.

www.tempo.co