loading...
Loading...
Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan, penertiban atau penindakan terhadap illegal fishing tidak membuat ekonomi perikanan mundur atau stagnan.

“Justru luar biasa membaik dan mutlak kekuatan ini dibangun oleh armada tangkap dalam negeri, budi daya hampir semuanya dalam negeri,” ujar Susi di kantornya, Jakarta, Kamis (4/7/2029).

Susi mengatakan, tidak ada lagi 10.000 kapal asing yang menangkap ikan di laut Indonesia justru menguntungkan perekonomian dan nelayan dalam negeri.

“Yang dulu karena tidak tercatat, yang kedua juga alat tangkapnya kebanyakan petrol dan jaring-jaring yang luar biasa ukurannya. Kapalnya juga luar biasa besar, yang akhirnya menghabiskan sumber daya perikanan kita,” katanya.

Baca Juga :  Ini Perjalanan Cinta UAS dan & Mellya Juniarti dari Bertemu Hingga Resmi Bercerai

Susi mengatakan hal itu dilihat dari Produk Domestik Bruto atau PDB perikanan yang selalu di atas rata-rata PDB nasional dan PDB pertanian.

Pernyataan itu disampaikan Susi saat memaparkan pencapaian program-program KKP semester I.

Dalam paparan itu, Susi mengatakan laju pertumbuhan PDB perikanan triwulan I 2019 sebesar 5,67 persen lebih tinggi daripada laju pertumbuhan PDB Nasional yang sebesar 5,07 persen.

Angka itu juga lebih tinggi dari laju pertumbuhan PDB kelompok pertanian yang sebesar 1,81 persen. Menurut dia, nilai PDB Perikanan mengalami kenaikan dari Rp 58,97 triliun pada triwulan I 2018 menjadi Rp 62,31 triliun pada triwulan I 2019.

Baca Juga :  Warung Ambyar Disambar Petir, Seorang Lelaki Cianjur Tewas, 2 Lainnya Luka Bakar

Susi menuturkan produksi perikanan tangkap terus meningkat. Produksi perikanan tahun 2019 triwulan I mengalami kenaikan sebesar 3,03 persen jika dibandingkan dengan produksi perikanan triwulan I 2018.

www.tempo.co

Loading...