loading...
Loading...
Ilustrasi Siswa SD

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM– Sedikitnya lebih dari 200 SD di Karanganyar mengalami krisis siswa baru alias kekurangan murid. Data itu terungkap dari hasil rekapitulasi siswa baru yang tercatat di dinas pendidikan kebudayaan setempat pada akhir penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019/2020.

Sekretaris Disdikbud Karanganyar, Agus Haryanto mengungkapkan secara pasti, pihaknya belum bisa menyampaikan  secara detail jumlah sekolah SD yang kekurangan siswa.

Hanya saja, dari laporan sementara yang diterimanya, setidaknya ada sekitar 200-an SD yang mengalami kekurangan peserta didik.

Baca Juga :  Dampak Kerusuhan Papua, DPRD Karanganyar Minta Dinas Sosial Lebih Sigap Bergerak

Kondisi kekurangan siswa itu terjadi merata baik di SD wilayah pedesaan, kecamatan maupun di wilayah kota. Ia hanya menyebut dari total SD negeri dan swasta yang ada di Karanganyar, yang mengalami kekurangan siswa hampir 50 persen atau separuhnya.

”Dari data sementara, ada sekitar 50 persen dari total SD yang kekurangan peserta didik. Tapi ini masih kami lakukan pendataan lagi,” paparnya kepada wartawan.

Baca Juga :  Hermawati, Wanita Terduga Teroris Yang Ditangkap di Karanganyar Diketahui Berasal Dari Sampang Madura. Baru 6 Bulan Ngontrak di Tasikmadu 

Total jumlah SD di Karanganyar yang terdata di Disdikbud menunjukkan ada 476 SD Negeri dan 93 swasta. Jika separuhnya kekurangan siswa, maka jumlah SD yang kekurangan siswa berkisar antara 200-230 SD.

Agus menguraikan pihaknya sudah meminta semua kepala sekolah SD dan SMP di Karanganyar untuk melaporkan data siswa baru mereka. Menurut rencana mulai hari ini, Kamis (18/7/2019)  pendataan akan dimulai.

Baca Juga :  Angin Puting Beliung Porakporandakan 5 Kecamatan di Karanganyar. Puluhan Rumah Rusak, Pohon-pohon Bertumbangan 

“Yang jelas semua akan kami minta. Entah itu negeri maupun swasta,” tuturnya.

Soal pemicu kekurangan siswa SD, Agus menilai karena banyaknya pilihan sekolah setingkat SD. Kemudian kemunculan sekolah yang didirikan yayasan juga membuat sebaran siswa yang ke SD akhirnya berkurang. Wardoyo

 

Loading...