loading...
Loading...
Tangkap layar video adegan tak senonoh yang dilakukan dua pelajar SD di Magetan yang viral di Whatsapp. Surya.co.id/ist

MAGETAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebuah video yang mempertontonkan adegan mesum yang diperankan oleh dua murid SD menghebohkan kabupaten Magetan, Jawa Timur.

Video berdurasi 1 menit itu mereka rekam sendiri dan tersebar luas melalui aplikasi perpesanan Whatsapp.

Saat melakukan adegan yang tak seharusnya mereka lakukan ini, dua murid SD tersebut bahkan masih mengenakan seragam sekolah.

Video mesum dua murid SD di Magetan ini beredar sejak tiga hari lalu.

Bahkan, seolah menganggap sebagai hal yang lucu, ada yang mengedit video tersebut dan menambahkan musik dangdut koplo ke dalam video.

Baca Juga :  Jatah Partai di Kabinet Jokowi - Ma'ruf Cuma 45 Persen, PKB Pasrah

Informasi yang diperoleh, video itu diduga direkam di rumah pelajar lelaki yang saat rumah itu sepi. Pelajar itu diketahui telah ditinggal sang ayah yang merantau sebagai buruh migran ke luar negeri. Sedangkan ibunya, saat video itu direkam, sedang berada di sawah.

Saat ini anak laki laki di video itu masih bersekolah di salah satu SD Negeri di Magetan. Sedangkan si pelajar perempuan, kabarnya sudah lulus.

Baca Juga :  Ditelepon Suruh Pulang, Sampai di Rumah, Wanita Ini Mendapati Suaminya Tewas Nggantung

Kepala sekolah tempat pelajar itu bersekolah mengatakan bahwa pihak sekolah telah memanggil orangtua dari dua anak yang bersangkutan.

“Sekolah sudah memanggil orangtua siswa bersangkutan, untuk diberikan nasihat dan pengarahan agar siswa tersebut tidak kembali melakukan perbuatan yang sama,”kata kepala sekolah yang namanya sengaja disamarkan oleh redaksi demi melindungi identitas dua pelajar itu.

Baca Juga :  Bajakah Marak Dijual Online, Harga Fantastis, Catat Jangan Asal Konsumsi Jika Salah Bahaya

Kalangan masyarakat di Magetan sangat prihatin dengan beredarnya video mesum yang seharusnya belum waktunya dilakukan oleh sepasang anak SD ini.

Pengamat pendidikan kabupaten Magetan, Muhammad Anis, mengatakan bahwa orangtua harus lebih lagi mengawasi anak-anaknya, baik dalam perilaku maupun dalam penggunaan internet dan smartphone.

“Memang ini dilema, karena ada pelajaran tertentu yang memerlukan smart phone seperti Tikom dan pengumuman berkaitan dengan mata pelajaran,”kata Muhammad Anis, Kamis (18/7/2019).

www.tribunnews.com

Iklan
Loading...