JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Mutasi Besar-Besaran Jajaran Kepala Sekolah di Karanganyar. Total 201 Kepala SD dan SMP Dilengser Jelang Tahun Ajaran Baru

Pengambilan sumpah jabatan Kasek yang dilantik di Pendapa Rumdin Bupati Karanganyar, Kamis (11/7/2019) sore. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Pengambilan sumpah jabatan Kasek yang dilantik di Pendapa Rumdin Bupati Karanganyar, Kamis (11/7/2019) sore. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Menjelang tahun ajaran baru 2019/2020, Bupati Karanganyar melakukan perombakan besar-besaran di jajaran kepala sekolah.

Total ada 201 kepala sekolah tingkat Sekolah dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang dilengser dari jabatannya untuk kemudian dipindahtugaskan ke jabatan baru.

Dari ratusan Kasek itu sebagian besar hanya dilengser untuk kemudian dirotasi dengan jabatan yang sama di sekolah lain.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan dilakukan bupati Karanganyar, Juliyatmono, di pendopo rumah dinas, Kamis (11/07/2019) sore.

Baca Juga :  Mengejutkan, Panitia Kongres PSSI Karanganyar Putuskan Tunda Tahapan Pra Konggres Seminggu Lagi. Tony Bantah Penundaan Karena Tudingan Cacat Hukum

Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengatakan salah satu pertimbangan dilakukannya mutasi karena banyak jabatan kepala sekolah yang kosong. Penempatan dan pergeseran keppala sekolah ini dinilainya sebagai upaya penyegaran.

“Kekosongan kepala sekolah ini sudah terlalu lama agar proses pemebelajaran efektif. Disamping itu, saat ini juga telah memasuki tahun ajaran baru, maka kita tata lebih awal,” kata bupati.

Dijelaskan bupati, dengan sistem PPDB, yang mendekatkan tempat tinggal dan sekolah. Substansinya adalah pemerataan kualitas pendidikan.

Baca Juga :  Ternyata Karanganyar Jadi Primadona Pecinta Gowes, Tapi Sayangnya Banyak Yang Keluhkan Ini!

Ia menyebut PPDB membuat tidak ada lagi sekolah favorit.

“Karena semua sekolah favorit, maka kepala sekolah juga diratakan. Gurunya juga akan tertata pada saatnya nanti sambil kita lihat kebutuhan dan seberapa kemampuan guru di masing-masing sekolah. Untuk itu, kita nanti akan meminta pertimbangan lembaga penjamin mutu, untuk melakukan pemerataan para guru ini,” katanya. Wardoyo