loading...
Loading...
Tempo.co

JAKARTA, Joglosemarnews.com –
Terdakwa kasus berita bohong yang menyebabkan keonaran, Ratna Sarumparet akhirnya dijatuhi vonis 2 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (11/7/2019).

“Amar putusan menjatuhkan hukuman pidana kepada terdakwa 2 tahun kurungan penjara,” ujar ketua majelis hakim Joni dalam persidangan.

Majelis hakim meyakini Ratna Sarumpaet melanggar Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang mengedarkan bohong dan dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat.

Baca Juga :  Agus Rahardjo cs Letakkan Jabatan, Basaria Lanjut Pimpin KPK Hingga Desember

Hakim menyatakan Ratna Sarumpaet terbukti telah menyiarkan berita bohong terkait cerita karangan Ratna tentang pengeroyokan yang menyebabkan lebam di wajahnya.

Padahal, kata hakim, lebam di wajah Ratna Sarumpaet disebabkan oleh operasi plastik sedot lemak di klinik kecantikan Estetika Bina.

Baca Juga :  Ini Poin-Poin Kesepakatan DPR dan Pemerintah dalam Revisi UU KPK

Majelis hakim juga meyakini bahwa unsur keonaran di tengah masyarakat oleh berita bohong Ratna Sarumpaet terpenuhi. Telah menyebabkan keonaran dan pro kontra di tengah masyarakat.

Perbuatan tersebut, kata Joni, telah sah dan meyakinkan melanggar pasal 14 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang mengedarkan bohong dan dengan sengaja menerbitkan keonaran di kalangan rakyat.

Baca Juga :  Kronologi Video Viral Nenek Gendong Jenazah Cucu Dibantu Polisi

Vonis majelis hakim lebih ringan dari tuntutan jaksa sebelumnya, yaitu 6 tahun penjara.

Ratna Sarumpaet melalui kuasa hukum menyepakati akan pikir pikir atas vonis tersebut.

“Kami pikir pikir yang mulia,” ujar penaseht hukum Ratna Sarumpaet, Desmihardi.

www.tempo.co

Loading...