JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Ojek Terminal Tirtonadi Sepakat Beralih ke Online

pertemuan antara pengemudi ojek, taksi, kendaraan carter, dan operator angkutan berbasis daring di Terminal Tirtonadi yang digelar Rabu (3/7/2019). Istimewa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Pertemuan antara pengemudi ojek, taksi, kendaraan carter, dan operator angkutan berbasis daring di Terminal Tirtonad, Rabu (3/7/2019). Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM Himpunan kendaraan carter dan ojek pangkalan (opang) Terminal Tirtonadi Solo sepakat beralih ke layanan berbasis online atau ojek online (ojol). Hal itu merupakan hasil kesepakatan dari pertemuan antara pengemudi ojek, taksi, kendaraan carter, dan operator angkutan berbasis daring di Terminal Tirtonadi yang digelar Rabu (3/7/2019).

Menurut City Lead Grab Soloraya, Aditya Kundala, kesepakatan terbentuk setelah melalui diskusi dan penjelasan yang dilakukan pihaknya dengan fasilitator pengelola terminal.

“Ada sekitar 40 kendaraan roda dua dan 25 kendaraan roda empat ya g memutuskan bergabung. Mereka dari kendaraan carter maupun taksi, serta ojek pangkalan. Jumlah tersebut masih sangat dimungkinkan bertambah,” paparnya.

Baca Juga :  LPK PPSDM Gelar Training Online APU PPT

Tidak ada syarat khusus untuk perubahan layanan dari konvensional menuju online tersebut. Namun demikian, lanjut Aditya, harus diperhatikan usia kendaraan dan usia pengemudi.

“Eksepsi tersebut kami tawarkan karena termasuk proyek khusus yang ternyata memiliki respons positif. Pendaftaran dilakukan kolektif di terminal sehingga mereka tidak perlu mendaftar ke kantor [Grab]. Kemudian layanan Grab di Terminal Tirtonadi nantinya menggunakan sistem antrean layaknya bandara. Grab menempatkan sejumlah petugas untuk bertanggung jawab terhadap suplai pengemudi agar tidak terjadi kekosongan,” urainya.

Baca Juga :  Ini Identitas 2 Korban Kecelakaan Maut di Kadipiro Solo, Asal Gemolong dan Sumberlawang, Polisi Masih Selidiki Truk yang Kabur

Koordinator Terminal Tipe A Tirtonadi, Joko Sutriyanto, mengakui, pihaknya memiliki harapan besar setelah melalui konsolidasi ini tidak akan ada lagi kucing-kucingan antara ojol dengan opang. Terlebih mereka harus berjalan jauh ke luar area terminal untuk menemui pengemudi ojol.

“Karena prinsip kami ingin memberikan fasilitas transportasi lanjutan yang beragam dan mudah. Kenapa tidak, ojol bisa masuk terminal bekerja sama dengan teman-teman komunitas yang sudah lama mencari penghidupan di sini,” pungkasnya. Triawati PP