JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Pemkab Pacitan Belum Cabut Status KLB Hepatitis A

ilustrasi pasien hepatitis .pexels
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
ilustrasi pasien hepatitis .pexels

PACITAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemkab Pacitan, Jawa Timur belum mencabut status kejadian luar biasa (KLB) Hepatitis A di kabupaten tersebut. Seperti diketahui pada Juni hingga awal Juli lalu lebih dari 1.000 warga pacitan terjangkit Hepatitis A.

Kepala Dinas Kesehatan Pacitan Eko Budiono mengatakan bahwa pencabutan status KLB menunggu hingga masa inkubasi terlama, yakni 100 hari sejak 30 Juni 2019. “Selama dua kali masa inkubasi,” kata dia saat dihubungi Tempo, Minggu, (28/7/2019).

Satu kali masa inkubasi selama 50 hari. Menurut dia, jumlah penderita hepatitis A hingga pertengahan Juli ini mencapai 1.142 orang. Sebagian di antaranya masih harus mendapatkan perawatan medis lanjutan dengan opname di fasilitas kesehatan.

Baca Juga :  Kantor Bupati Kutai Timur dan 9 Kantor Lainnya Digeledah KPK

Hingga Jumat, (26/7/2019) tercatat 12 pasien dirawat di dua Pusat Kesehatan (Puskesmas) Sudimoro dan Ngadirojo. “Grafik penderitanya menurun tapi memang masih ada sedikit yang kambuh dan dirawat kembali,” ujar Eko.

Penderita yang kambuh, kata dia, sebelumnya menderita penyakit Hepatititis A dengan gejala akut. Setelah membaik dan diizinkan pulang yang bersangkutan kurang disiplin dalam menjaga kondisi. Misalnya, sudah mulai bekerja dan terlalu lelah. “Seharusnya istirahat dulu satu bulan. Tapi, mungkin tidak betah berdiam diri,” ujar dia.

Baca Juga :  Bertambah 1.681 Kasus Baru, Total Covid-19 di Indonesia Jadi 75.699

Karena itu, dinas kesehatan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dan elemen terkait tetap berupaya memutus mata rantai penularan hepatitis A. Pendampingan dan konseling dijalankan. Selain itu, pembersihan sumber air dilakukan di lokasi yang terjangkit, seperti di wilayah Kecamatan Sudimoro, Ngadirojo, Tulakan, Kebonagung, Tegalombo, dan Arjosari.

Droping air bersih juga dilakukan di lokasi yang kekeringan sekaligus menjadi kantong penyebaran hepatitis A beberapa hari lalu. “Pemberian klorin juga kami lakukan,” ujar dia.

Menurut Eko upaya pencegahan bisa dilakukan warga menghindari atau mengurangi kontak langsung dengan warga yang masih terpapapar hepatitis A.

www.tempo.co