JOGLOSEMARNEWS.COM Market Ekbis

Rajut Sumbu Kompor Jadi Kerajinan, Yatmin Kini Go International

Joglosemarnews/A Setiawan
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Joglosemarnews/A Setiawan

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Meski secara fisik tidak selengkap warga lainnya, namun warga berkebituhan khusus ini mampu menunjukkan kreativitas dan prestasinya.

Dialah Yatmin Gendut dan empat orang rekannya. Meski berkebutuhan khusus, mereka mampu berkreasi membuat kerajinan rajutan dari bahan sumbu kompor.

Tentu saja, aktivitas yang mereka lakukan, mampu menghidupkan suasana di daerah Margorejo 1/16, RT 05/10 Gilingan, Solo.

Di tangan-tangan terampil Yatmin dan kawan-kawan, sumbu kompor, tisu dan kain itu dikombinasi dan disulap menjadi berbagai handycraft. Misalnya keranjang, pot bunga dan lain-lain.

Baca Juga :  Ekosistem Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja Jamin Fleksibilitas Investor

“Tahun 2016 silam saya dan empat kawan mendapat pelatihan merajut dari anak cabang PT Dan Liris,” ujar Yatmin.

Jerih payah Yatmin dan kawan-kawan itu pun tidak sia-sia, karena hasil karya mereka laku diekspor ke Amerika Serikat.

Order itu, kisah Yatmin, datang belum lama setelah mereka menyelesaikan pelatihan.

Kini, setiap harinya Yatmin mampu menyelesaikan dua set (4 biji) setiap harinya, dengan imbalan Rp 50.000 hingga Rp 70.000 per orang/set.

Baca Juga :  Ekosistem Ketenagakerjaan Dalam RUU Cipta Kerja Jamin Fleksibilitas Investor

Pesanan datang lewat Dan Liris. Prosesnya, jika produk sudah selesai dikerjakan, pihak Dan Liris mengambilnya.

“Pengambilan itu dilakukan berkala, bisa seminggu bisa dalam beberapa hari sudah diambil,” ujarnya.

Bagaimanapun juga, Yatmin dan kawan-kawan tetap punya mimpi. Ia berharap, suatu ketika nanti ia dan kawan-kawannya bisa mengerjakan pesanan dan mampu menjual produk sendiri di rumah. A. Setiawan