loading...
Loading...

Joglosemarnews/A SetiawanSOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Rohmat Slamet W dan Retno Sri Lestari tak membayangkan bahwa hari Minggu (21/7/2019) itu adalah saat terakhir kali mendengar tangis anak mereka, Kaivan Azzam Nur Ridho.

Peristiwa itu demikian cepat terjadi saat Kaivan terempas oleh pohon yang roboh dan terlepas dari gendongan ibunya.

Peristiwa nahas itu terjadi setelah keluarga kecil tersebut menikmati jalan santai di hari minggu. Pua jalan-jalan, mereka mampir nongkrong wedangan di ujung perempatan kawasan Laweyan.

Saat asyik-asyiknya wedangan, angin berhembus kencang. Bersamaan itulah terdengar suara “kreekkk…” yang cukup keras.

“Kami terkejut dan langsung berusaha lari. Pikir saya itu suara pohon yang patah. Anak saya masih dalam gendongan ibunya saat itu,” tuturnya berkisah.

Baca Juga :  Komandan Lanud Adi Soemarmo Buka Pendidikan Sejurla Radar Darat Plessey A-7

Namun, kisah Rohmat, hempasan pohon telah merenggut Kaivan dari gendongn ibunya. Bocah kecil itupun terlepas dan tertimpa reruntuhan pohon.

Dalam keadaan terluka, bocah yang masih berusia 1,5 tahun itu sempat dilarikan ke rumah sakit Kasih Ibu, Solo sekitar pukul 07.50 WIB.

Tapi nahas, sekitar pukul 11.20 WIB nyawa Kaivan Azzam tidak berhasil diselamatkan. Bocah itu mengalami cedera kepala yang cukup serius.

Jenazah bocah itu dimakamkan sekitar pukul 16.00 WIB di Astana Saripan Makamhaji.

Pihak keluarga berharap untuk pemerintah dan dinas terkait bisa lebih intensif dalam melakukan pengecekan kondisi pohon. Dengan demikian tidak ada korban lagi sebagaimana yang menimpa anaknya.

Baca Juga :  UNS Gelar Sosialisasi SNMPTN, UTBK dan SBMPTN Kepada SMA/MA/SMK se-Soloraya

Masih untung Rohmat memiliki BPJS, sehingga ia tidak perlu kehilangan biaya untuk pengurusan anaknya di rumah sakit. Secara khusus, ia juga mengucapkan terima kasih kepada media yang telah menginformasikan peristiwa tersebut.

“Sehingga anak saya bia diurus dengan secepatnya,” tutupnya. A. Setiawan

Loading...