JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Relief Candi Diduga Peninggalan Jaman Kerajaan Mataram Hindu Ditemukan di Mantingan Magelang. Ditemukan Saat Gali Tanah Untuk Kolam 

Foto/Humas Polda

8dce04f8 ff01 4719 b6f6 f2b3b9b1ac6e crop 780x529 800x543
Foto/Humas Polda

MAGELANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Batu Candi yang diperkirakan situs cagar budaya ditemukan dilahan milik Abik (45) tahun warga di Dusun Mantingan, Desa Mantingan, Kecamatan Salam, Kabupaten Magelang.

Penemuan itu terungkap Sabtu 20 Juli 2019, ketika diadakan penggalian tanah guna di buat kolam dengan menggunakan alat berat backhoe.

Ketika mencapai kedalaman kurang lebih 2 meter alat membentur bebatuan besar. Setelah diangkat batu batu tersebut bentuk persegipanjang dengan ukuran yang sama.

“Hampir satu minggu penggalian kami telah menemukan sebanyak 20 bongkahan batu hampir sama ukuranya dan terdapat juga batu ukiran (Rilief) maka penggalian pun kami hentikan sementara,” terang Abik saat mendampingi Kapolsek Salam dan Ka dinas Pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Magelang, kemarin.

Baca Juga :  Penyekatan di Semarang Makin Ketat. Kasihan, Travel Terpaksa Putar Balik karena Penumpangnya Tak Kantongi Surat Bebas Covid-19

“Karena kami merasa curiga bahwa batu tersebut merupakan barang purbakala dan perlu dilestarikan maka penemuan ini kami laporkan ke Polsek Salam Polres Magelang,“ imbuhnya.

Sementara Ahmad Husaein menerangkan dinas pendidikan dan kebudayaan sudah melaporkan penemuan tersebut kepada Bupati dan Balai Pelestarian Cagar Budaya Jawa Tengah untuk ditindaklanjuti.

Baca Juga :  Punya Hobi Nyabu, Oknum Anggota DPRD Grobogan Ditangkap Polisi. Berinisial FR, Transaksinya Sudah Canggih!

“Perlu diketahui bahwa di wilayah Kabupaten Magelang banyak sekali dengan situs peninggalan kerajaan Mataram Hindu. Untuk itu banyak laporan penemuan batu candi yang dimungkinkan peninggalan situs cagar budaya,” terangnya.

Kapolsek Salam Polres Magelang AKP Maryadi mengatakan akan tetap mengamanan penemuan ini yang merupakan salah satu situs pubakala yang dilindungi undang-undang.

“Diharapkan kepada warga masyarakat untuk tetap menjaga kelestariannya, kaitanya dengan penemuan ini kami masih menunggu penelitian lebih lanjut dari Dinas Pubakala,“ pungkasnya. JSnews