loading...
Loading...
Proses pengerjaan renovasi Satdion Manahan. Istimewa

SOLO (JOGLOSEMARNEWS.COM)-Proses perbaikan Stadion Manahan Solo sudah mencapai 70 persen pengerjaan. Direncanakan, renovasi stadion terbesar di Jawa Tengah-DIY ini akan rampung pada September-Oktober mendatang.

“Pembangunannya berjalan sesuai rencana. Diperkirakan September atau Oktober selesai. Kalaupun toleransinya sampai Desember. Sehingga setelah itu bisa kita operasionalkan, bisa dipakai,” ungkap Walikota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo kepada Joglosemarnews, Rabu (10/7/2019).

Proyek renovasi Stadion Manahan Solo dilaksanakan dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Stadion Manahan Solo direnovasi dengan fasilitas internasional sama dengan Stadion Gelora Bung Karno (GBK) di Jakarta. Hanya saja, kapasitas penontonnya yang berbeda, di Manahan Solo hanya 20.000 penonton dengan bangku tunggal, sedangkan di GBK mencapai 70.000 penonton.

Baca Juga :  Dirum Kodiklatau Tutup Dua Pendidikan Dan Buka Pendidikan Suspa Radar A-23 Di Lanud Adi Soemarmo

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Surakarta, Joni Hari Sumantri mengatakan, setelah direnovasi nanti maka keberadaan Stadion Manahan Solo akan mirip dengan Stadion Gelora Bung Karno di Jakarta. “Stadion ini merupakan kembaran lebih kecil dari GBK Jakarta dan semua fasilitas sama dengan standar FIFA. Stadion Manahan sudah mengadopsi sesuai aturan FIFA, dan yang berbeda hanya kapasitas penontonnya saja. Kita lebih sedikit,” ungkap Joni kepada wartawan.

Joni menambahkan, pembangunan Stadion Mahanan Solo menggunakan anggaran APBN melalui Kementerian PUPR senilai Rp 317 miliar. Sedangkan Pemkot Surakarta hanya menerima barang saja, karena semua yang melaksanakan kementerian PUPR.

Baca Juga :  Lanud Adisumarmo Jalin Kerja Sama dengan Media

“Saat ini sudah 70 persen pengerjaannya. Lapangan (rumput), tempat duduk, dan ruangan-ruangan sudah selesai. Pengerjaan yang membutuhkan waktu agak panjang adalah rangkaian atap stadion. Pekerjaan ini, harus spesifik dan rangkaiannya butuh ketelitian, harus cermat agar pas, ini yang butuh waktu agak lama,” katanya.

Di antara fasilitas stadion yang memiliki kesamaan dengan GBK adalah tempat main waktu istirahat pemain, ruang sauna, kolam untuk berendam dengan baik air dingin maupun hangat yang sebelumnya tidak ada di Stadion Manahan yang lama. Kemudian fasilitas standar yang ditetapkan oleh FIFA juga telah dipenuhi.

Baca Juga :  Pesawat Charter Citilink Bawa 176 Wisatawan China ke Kota Solo

“Ruang untuk konferensi pers yang baru juga terasa lebih nyaman atau tidak seperti sebelumnya yang sering terganggu suara penonton yang sedang keluar stadion. Lampu penerangan stadion juga lebih besar kemampuannya minimal kekuatannya mencapai sekitar 1.500 watt hingga 2.000 watt,” katanya.

Selain itu, Pemkot Surakarta juga sedang membangun GOR indoor yang juga berstandar internasional tipe B di kawasan Manahan. Pembangunan ini menggunakan dana APBD. GOR Manahan tipe B ini, hanya boleh digunakan enam cabang olahraga, yakni tenis, Futsal, bola Voli, badminton, basket, dan pencak silat. Pembanguan GOR Manahan indoor ini diperkirakan bakal selesai pada 2020. (Syahirul)

Iklan
Loading...