loading...
Loading...

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sekitar 700 orang terlihat semangat saat menghadiri seminar ‘Smart Traders Not Gamblers’ By Ellen May di El’s Convention Center, Solo Paragon, Jumat (26/7/2019) malam.

Nyaris tak ada kursi kosong dari awal hingga akhir seminar. Ellen May yang sudah malang melintang di dunia saham sejak usia 24 tahun itu, mampu menghipnotis ratusan peserta seminar.

Peserta seminar tak hanya dari Solo, namun juga dari wilayah Surakarta, Semarang dan kota-kota lain. Pengalamannya sebagai pelaku traders di saham, sarat akan strategi-strategi praktis yang sangat dibutuhkan bagi pemula maupun yang sudah lama bermain saham.

“Saya dulu tidak mengerti apapun tentang saham,” ujar Ellen yang kerap dijuluki pakar saham itu, sebagaimana rilis ke Joglosemarnews.

Dia menyarankan, bagi yang baru memulai dunia saham, harus mengerti dulu strategi dasarnya. “Apakah memakai strategi short term (jangka pendek) atau long term (jangka panjang),” katanya meyakinkan peserta.

Dengan mengenal strategi dasar yang akan kita gunakan, maka akan menghindari kesalahan-kesahalan yang merugikan. Menurut Ellen, bebereapa jenis strategi saham di antarnya: Nabung saham, lum sum value investing, growth investing dan super trader.

Baca Juga :  Senam Semar, Awali Pencanangan UNS Sebagai Kampus Sehat

“Dengan memilih strategi nabung saham, anda membeli saham return yang diterima stabil. Kalau misal market jatuh tidak rugi-rugi amat. Dan kalau untung, tidak untung-untung banget. Strategi ini low risk,” papar Ellen yang sangat detail dan dalam menjelaskannya.

Dia menyarankan untuk memilih saham-saham defensif. Ellen juga membantu memberikan gambaran beberapa saham yang bertahan bagus, seperti di antaranya, Unilever, Bank BCA, Bank Mandiri serta Telkom.

Pada strategi value investing, Ellen menjelaskan, harus memperhatikan analisa fundamental pasar. Investor bisa membeli saham-saham murah, namun harus tetap memperhatikan analisa fundamentalnya.

Sementara pada strategi growth investing, menurut dia, strategi ini bisa digunakan untuk membidik saham-saham yang cepat naik. Meskipun harganya mahal, bukan menjadi soal. “Berani membeli ‘barang’ premium,” katanya.

Strategi yang lain, kata Ellen, menjadi Super Trader. Ellen menyebutnya, bahwa lebih menguntungkan berdiri sebagai retail.

“Dalam trading, kita sebagai retail mempunyai kelebihan. Duitnya lebih sedikit dibanding institusi. Jadi kalau mau masuk keluar lebih gampang. Kalau institusi tidak gampang masuk keluar,” tandasnya.

Dengan memilih strategi Super Trader, dia mengingatkan, harus mengerti mana yang punya stok fundamental bagus. “Cari saham yang harganya mau naik, jangan yang murah-murah saja,” tegas Ellen.

Baca Juga :  Mahasiswa Sastra Daerah UNS Boyong 3 Piala dalam  Imbasadi 2019 di USU 

Dia membagi Super Trader dalam 3 kelompok yang disebutnya 3 Super Trader Masteries, masing-masing self mastery, method mastery serta risk managemen mastery.

Ellen menambahkan, yang menjadi modal sebagai trader saham adalah, mempunyai uang dan percaya diri. “Modal jadi trader saham adalah punya duit dan percaya diri. Percaya diri itu berani salah dengan cara yang benar,” ucapnya.

Dia menjelaskan perbedaan menjadi Super Trader dan Amatir. “Super trader konsisten dalam memanage risiko dan yang amatir bisa untung besar tetapi tidak konsisten,” imbuh Ellen.

Di sela-sela seminar, sesekali Ellen melontarkan pertanyaan dan membagikan hadiah ke peserta yang beruntung. Seminar tersebut didukung oleh Bursa Efek Indonesia (IDX dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). suhamdani

Loading...