loading...
Loading...
Anggota Komisi III DPRD Sragen, Muh Haris Effendi saat menunjukkan kolom susulan (siluman) yang diduga ditambahkan karena cor dag lantai dua mulai melengkung. Kondisi kolom itu sebelumnya ada yang rontok dan sebagian sudah retak serta tak simetris. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Kondisi Pasar Sumberlawang semakin memprihatinkan. Para pedagang dan warga di Pasar Sumberlawang Sragen mengaku was-was lantaran muncul retakan di dinding lantai dua dan atap dag yang mulai melengkung.

Tidak hanya itu, kondisi pilar kolom siluman (susulan) untuk menopang dag lantai dua juga ditemukan keropos dan retak. Fakta itu terungkap saat digelar inspeksi mendadak (sidak) oleh anggota Komisi III DPRD Sragen asal Sumberlawang, Muh Haris Effendi, Kamis (25/7/2019) siang.

Sidak digelar menyikapi banyaknya aduan warga pasar yang makin khawatir dengan kondisi bangunan yang dinilai makin memprihatinkan. Saat mengecek lantai dua dan beberapa titik dinding beberapa bagian, Haris dibuat tercengang dengan kondisi bangunan pasar senilai Rp 13,7 miliar dan baru diresmikan setahun lalu itu.

“Lihat kolom tengah di lantai dua ini kelihatannya baru dibuat susulan. Sebelumnya nggak ada, karena yang asli hanya kolom kanan dan tengah. Ini karena memang posisi cor dag sudah kelihatan mentiyung (melengkung) karena nggak kuat. Kalau nggak ditambahi kolom susulan bisa ambrol ini. Dan kolom tambahan ini pun mbikinnya juga sak-sake (asal-asalan) lihat saja diketok aja bunyi karena keropos dan nggak penuh cor-corannya. Makanya kalau kemarin ada kolom yang rontok itu nggak heran lagi. Lha sejak awal memang sudah amburadul,” paparnya di sela sidak.

Baca Juga :  PSHT Sragen Memanas, Kapolda Jateng Turun Temui Ribuan Warga PSHT di Beloran Hingga Dinihari. Situasi Dilaporkan Berangsur Kondusif 

Legislator asal Golkar itu kemudian mengungkap kebobrokan lain saat menyisir dinding tembok lantai dua. Hampir di sepanjang dinding dan balok tembok sudah tak rekat. Selain muncul retakan, kondisi balok cor itu sebagian juga sudah meleset sehingga kondisi cor mulai merekah.

Hal itu membuat Haris makin geram. Fakta itu makin menguatkan  amburadulnya proyek sejak awal dibangun.

“Sejak pembangunan sampai masa pemeliharaan kan memang sudah nggak beres. Kalau bagus, harusnya nggak ada itu balok-balok susulan. Itu dibuat karena sudah ada kekhawatiran akan ambrol sehingga disusuli kolom itu. Lalu, masalah banjir, air masuk, lantai bawah beton, parkir dan tangga sudah mengelupas semua. Baru satu tahun kondisinya juga sudah amburadul begini,” terangnya.

Kondisi konstruksi balok di dinding lantai dua sudah retak-retak. Foto/Wardoyo

Dengan kondisi itu, keluhan dan kekhawatiran pedagang dan pengunjung memang sangat beralasan. Sebab dengan kualitas konstruksi dan bangunan yang jauh dari standar, apalagi ditambah lokasi terkena getaran saat kereta api melintas, membuat pasar makin membahayakan.

Baca Juga :  Satgas Kabupaten Terima 2 Laporan Dugaan Pelanggaran Pilkades. Jika Langgar Ranah Hukum, Kades Terpilih Bisa Dilengser Setelah Pelantikan! 

“Kalau lihat begini, masyarakat pasar akhirnya khawatir bangunan bisa ambrol dan tertimpa reruntuhan, itu sangat wajar. Dan kami juga sudah terima banyak aduan. Apalagi kalau hujan ngeri, atapnya hanya galvalum, air pada masuk. Lalu dari konstruksi sejak awal sudah nggak simetris, banyak balok yang melengkung sehingga banyak yang sudah retak,” tuturnya.

Petugas kebersihan Pasar Sumberlawang, Padi Petruk juga membenarkan keresahan para pedagang. Mayoritas mengaku khawatir bangunan bisa ambrol karena sudah melihat tanda retak muncul di dinding banyak titik dan balok tembok.

“Bisa dilihat Mas dinding di lantai dua ini kayak udah nggak nyatu dengan tembok. Sudah mentiyung, apalagi kalau pas kereta lewat bangunan bergetar semua. Siapa yang nggak takut Mas. Pedagang-pedagang pada takut semua,” paparnya.

Meski tak begitu paham konstruksi, Padi menilai memang ada yang tak beres dalam pembangunan pasar itu. Ia menduga banyaknya retakan dan rapuhnya dinding dikarenakan konstruksi yang kurang kuat.

“Di lantai atas saja, pedagangnya ada 50an. Padahal baru satu tahun, sudah kayak gini,” urainya.

Baca Juga :  Kondisi Terkini 4 Siswa SMKN 1 Kedawung Sragen Asal Papua. Kapolres  Berharap Segera Kembali 
Kondisi retakan memanjang ke atas di dinding lantai basement menuju lantai dua. Foto/Wardoyo

Salah satu pedagang, Dwi, berharap jika ada kerusakan atau konstruksi yang rusak, bisa secepatnya diperbaiki. Sehingga kerusakan tidak semakin parah dan membahayakan keselamatan pedagang maupun pengunjung.

“Kalau pedagang, wong cilik seperti kami kan hanya manut. Tapi kalau lihat bangunannya sudah retak-retak, cor bawah mengelupas, lalu kemarin ada bocor juga, kami jadi nggak tenang. Makanya harapannya kalau ada yang rusak atau nggak bener, pihak terkait segera perbaiki agar tak semakin parah. Kalau nanti dibiarkan dan sewaktu-waktu ambrol, kasihan pedagang dan pengunjung,” tukasnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Perdagangan Sragen Tatag Prabawanto melalui Kabid Pasar, Widya Budi tidak menampik adanya kerusakan pada tiang itu. Akan tetapi, menurutnya tiang itu tidak masuk dalam gambar konstruksi dan hanya tambahan.

Dia yang belum lama menjabat di bidang pasar itu mengaku sudah mengecek lapangan dan sudah ada perbaikan. Menurutnya perbaikan dilakukan oleh dinas karena masa pemeliharaan rekanan juga sudah selesai.

“Itu hanya bangunan tambahan dan tidak masuk di gambar. Dan enggak berpengaruh pada konstruksi,” tukasnya. Wardoyo

 

Loading...