JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Takut Jarum Suntik, Alasan Emak-emak di Karanganyar Ini Ogah Imunisasikan Anaknya 

Foto/Humas
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Foto/Humas

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Ada yang menarik dari kunjungan Bupati Karanganyar, Juliyatmono ketika berkunjung ke rumah Ny Isni, ibu dari balita Muna yang enggan putrinya diimunisasi pagi kemarin.

Saat ditanya bupati kenapa menolak imunisasi, Ny Isni dengan polos menjawab bahwa dirinya takut dengan jarum suntik.

Ia pun menuturkan sebenarnya, suami sudah menyarankan untuk imunisasi anaknya. Namun rasa takutnya dengan jarum suntik ternyata lebih kuat mengalahkan imbauan untuk imunisasi.

Hal itulah yang membuat putranya hingga kini juga belum diimunisasi.

“Saya akan bilang sama ayahnya Muna, boleh apa tidak nanti dilakukan imunisasi. Jika nanti boleh, saya akan menghubungi puskesmas untuk dilakukan imunisasi,” papar Ny Isni.

Baca Juga :  8 Ton Beras Organik Karanganyar Tembus Pasar Jakarta, Bupati Sebut FAO Prediksi ke Depan Akan Terjadi Krisis Pangan!

Bupati Karanganyar, Juliyatmono menyakinkan bahwa imunisai aman dan dilakukan oleh orang yang ahlinya. Sehingga tidak perlu takut hanya karena jarum suntik.

Namun Imunisasi itu menunjang kesehatan anak. Jika anak sehat maka akan diperoleh generasi yang kuat.

“Imunisasi itu penting untuk kesehatan anak sehingga perlu dilakukan,” tambahnya.

Bupati juga mengunjungi rumah Burhanudin, salah satu warga yang menolak diimunisasi. Orang nomor satu di Karanganyar tetap berharap putranya dilakukan imunisasi karena itu untuk kekebalan tubuh anak.

Baca Juga :  Jelita Azzahra Putri, Putri Duta Lawu 2020: Ingatkan Pemkab Karanganyar Agar Serius Bangkitkan Wisata Tujuh Mata Air Pablengan Jadi Ikon Wisata Nasional

Jika tubuh kebal akan penyakit maka akan sehat dan generasi menjadi kuat.

“Kami memberikan kesempatan satu minggu untuk berpikir kembali. Berpikir dan merenung untuk kesehatan anak,” ungkap Bupati.

Petugas dari puskesmas akan datang kembali dan apakah sudah bersedia atau belum. Namun demikian, jika memang tidak mau tetap membuat surat pernyataan dibubuhkan materai. Pihaknya hanya kawatir akan sanksi sosial yang muncul.

Misalnya ada virus yang disebabkan karena anak tersebut belum diberikan imunisasi.

“Maka sanksi sosial akan lebih berat,” imbuhnya. Wardoyo