loading...
Loading...
Dua remaja pelaku pengeroyokan di Trombol, Mondokan saat diamankan dI Mapolres dalam konferensi pers Kamis (18/7/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Misteri aksi pengeroyokan sadis dua remaja terhadap pemuda pemilik peternakan ayam di Trombol, Mondokan bernama Pastoni (28) akhirnya terungkap.

Menurut pengakuan MIM alias Ivan (18) otak utama pengeroyokan, ia nekat mengeroyok juragan ayam asal Jatirejo RT 9, Trombol, Mondokan itu karena sakit hati.

Tersangka menudug korban telah mengerjai dan menodai pacarnya yang masih duduk di bangku SMA, berinisial REN (17).

Di hadapan polisi, MIM mengaku nekat menghajar korban karena pacarnya mengaku sudah diguna-guna oleh korban. Tak hanya itu, dari curhatan pacarnya juga mengaku sudah dua kali digondol ke hotel dan disetubuhi oleh korban.

“Saya kesal. Saya dicurhati pacar saya lewat HP. Katanya dia (korban) pakai gitu-gituan (guna-guna) sehingga pacar saya itu mau diajak dolan. Katanya dia (REN) sudah pernah diajak masuk hotel dua kali dan digitukan (disetubuhi). Ya saya marah,” kata Ivan saat diinterogasi polisi di Mapolres Sragen kemarin.

Baca Juga :  Misteri Tabrak Lari Tewaskan 2 Pemotor di Ngrampal Sragen Masih Gelap. Polisi Sebut Minimnya Saksi Jadi Kendala 

Remaja yang rambutnya disemir pirang sebagian mirip artis kondang itu, juga beralibi bahwa dirinya sudah lama berhubungan dengan REN. Hubungan itu juga sudah diketahui oleh orangtua REN.

Ia khawatir jika perbuatan guna-guna itu nantinya dituduhkan ke dirinya.

“Orangtuanya tahu kalau selama ini saya pacarnya. Takutnya kalau ada apa-apa nanti saya yang kena. Dia masih sekolah,” katanya.

Ivan juga mengatakan apapun yang terjadi dirinya sudah siap bertanggungjawab. Ia juga tak menampik saat kejadian, dirinya memang mengajak temannya berinisial A (18) untuk membuat perhitungan dengan korban.

“Dia saya larak ke tangga kandang ayam lalu saya pukuli. Saya bilang, saya ini pacarnya REN,” ujar Ivan ceplas-ceplos.

Namun apapun dalih yang dilontarkan, aksi ngoboi dan pengeroyokan yang dilakukan remaja asal Bonagung, Tanon, Sragen itu tetap lah sebuah kejahatan di mata hukum.

Baca Juga :  Bejat, Bapak di Kaligondang Tega Perkosa Anak Tiri Selama 3 Tahun Sampai Tak Ingat Berapa Kali Menyetubuhi. Tak Berkutik Saat Diciduk Polisi 

Aksi penganiayaan berjamaah yang dilakukan terhadap Pastoni, harus dibayar mahal karena mengantarnya mendekam di hotel prodeo Polres Sragen.

Apakah Ivan menyesal? Ia mengaku memang menyesal namun dirinya siap bertanggungjawab.

Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasat Reskrim AKP Harno membenarkan dari pengakuan tersangka, aksi pengeroyokan dipicu oleh rasa sakit hati karena pacarnya diganggu.

“Dia nggak terima pacarnya diganggu. Katanya pacarnya curhat telah diguna-guna. Tapi itu pengakuan dari tersangka,” terang AKP Harno.

Tersangka kini diamankan dengan barang bukti sepeda motor Honda Beat berpelat AD 3829 ANF yang dikendarai tersangka saat melakukan pengeroyokan.

Kedua remaja itu bakal dijerat dengan pasal 170 tentang penganiayaan bersama-sama di muka umum. Ancaman hukumannya maksimal 7 tahun penjara. Wardoyo

 

Loading...