loading...
Loading...
Dok Humas SMPN 8 Surakarta

SOLO, Joglosemarnews.com – SMPN 8 Surakarta menggelar kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama tiga hari, Senin (15/7/2029) hingga Rabu (17/7/2019).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 252 peserta didik baru, sebagai calon peserta didik. Mereka masih dikatakan sebagai calon, karena belum menandatangani tata tertib yang berlaku di SMP Negeri 8 Surakarta.

Dalam kesempatan itu, Kepala Sekolah, Triad Suparman, M.Pd berharap peserta didik baru ikut menyukseskan literasi religi dan akademik demi meningkatkan minat baca.

“Kegiatan ini bertujun untuk mengenali potensi diri, membantu beradaptasi dengan lingkungan sekolah serta menumbuhkan motivasi dan semangat belajar bagi peserta didik baru,” ujarnya.

Baca Juga :  SD Marsudirini Maju Lomba Sekolah Sehat Tingkat Kota Solo

Selain itu, jelas Triad, juga untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa sekaligus untuk memperluas wawasan.

Melalui rilisnya, Sie Humas dan Publikasi, Sri Suprapti menjelaskan, setiap peserta didik diminta membawa satu buku bacaan non mapel dan satu kitab suci.

“Yang beragama Islam ya Al Quran, yang Kristen dan Katolik membawa Alkitab,” paparnya.

MPLS dibuka oleh Dra. Inawati selaku Waka Kurikulum. Bagi peserta didik yang tidak bisa mengikuti MPLS, tahun depan wajib mengulanginya.

Baca Juga :  Tingkatkan Kompetensi, Guru SDIT Nur Hidayah Dilatih Flipbook sebagai Bahan Ajar

“Pengenalan lingkungan fisik sekolah perlu, karena jelas berbeda dengan lingkungan sekolah terdahulu. Termasuk di dalamnya penyesuaian dengan karakter. Bila tepat beradaptasi maka prestasi akademik akan diperoleh secara maksimal,” jelasnya.

Selain upacara, kegiatan itu juga diisi dengan pengenalan keselamatan berlalu lintas, etika komunikasi, etika pergaulan dan penyelesaian masalah.

Di samping itu, anak juga diberi wawasan mengenai budaya dan tata tertib sekolah dan penanaman karakter. Kepada peserta didik baru juga diperkenalkan berbagai prestasi yang telah diraih oleh sekolah.

Baca Juga :  Perlu Tidak Rangking bagi Anak? Simak Kata Pakar Ini

Di antaranya adalah sebagai sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional. Dalam kesempatan itu, anak-anak juga dikenalkan dengan spirit gerakan pjngut sampah (GPS) dan eco maping.

“Yang tak kalah penting, mereka juga diberikan pengetahuan mengenai bahaya pornografi dan narkoba,” ujarnya.

Meski merupakan kegiatan internal, namun MPLS di SMPN 8 Surakarta juga mendatangkan petugas dari luar yaitu Petugas Polsek Jebres, Koramil Jebres dan Puskesmas Jebres. suhamdani

Iklan
Loading...