JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Usung Semangat Perubahan, Calon Pendatang Baru di Pilkades Pelemgadung Sragen Pilih Daftar Dengan Jalan Kaki. Relawan Deklarasikan Pilkades Damai Tanpa Money Politik

Tim sukses dan relawan saat berjalan kaki bersama cakades, Bekti Priyo Sambodo mendaftar Pilkades Pelemgadung Karangmalang, Rabu (31/7/2019). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Tim sukses dan relawan saat berjalan kaki bersama cakades, Bekti Priyo Sambodo mendaftar Pilkades Pelemgadung Karangmalang, Rabu (31/7/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Pendaftaran calon kepala desa di Pelemgadung, Karangmalang, Sragen Rabu (31/7/2019) diwarnai momen menarik. Calon pendatang baru, Bekti Priyo Sambodo mendaftar dengan dikawal relawan dan kerabatnya.

Menariknya, selain mengusung semangat perubahan, mereka juga membawa spanduk bertuliskan pesan untuk menjaga Pilkades yang damai tanpa money politik.

Puluhan relawan, tim sukses dan kerabat mengarak calon muda usia itu yang pagi tadi memilih mendaftar dengan jalan kaki. Suasana kebersamaan dan kesederhanaan menghiasi pendaftaran pagi itu.

Selesai mendaftar, mereka kemudian melakukan deklarasi menjaga Pilkades damai dan anti money politik.

“Hari ini kami dari tim sukses resmi mendaftarkan Mas Bekti sebagai calon Kades Pelemgadung. Tadi kebetulan dari beberapa perwakilan relawan tiap dukuh spontanitas pingin ikut mengantar. Padahal awalnya memang kami nggak ngundang,” papar Joko Prasetyo, manajer dari Bekti seusai menyerahkan berkas ke panitia.

Baca Juga :  Kejamnya Kelewatan, Majikan Penyiksa TKW Asal Sragen di Arab Saudi Akhirnya Dilaporkan ke Polisi. Disnaker Pastikan Surani Tinggal Tunggu Kepulangan

Joko menguraikan awalnya pihaknya hanya akan mendaftar dengan sang calon dan kerabat saja. Akan tetapi tak dinyana ada relawan dan perwakilan dari tiap Kadus yang ingin mengantar.

Menurutnya, hal itu sebuah pertanda positif bahwa memang warga menghendaki semangat perubahan. Karenanya, jalan kaki dipilih agar masyarakat tahu harapan dan semangat perubahan yang diusung kandidatnya.

“Biar kita punya semangat dan niat kami ingin membangun Desa Pelemgadung menuju perubahan lebih baik,” terangnya.

Perihal deklarasi dan komitmen relawan untuk menjaga Pilkades damai dan anti money politik, Joko menyebut itu sebagai bentuk komitmen mendukung program Pemkab yang sudah membuat MoU menciptakan Pilkades tanpa money politik.

“Kita berkewajiban menjunjung tinggi dan melaksanakan itu. Kita ingin demokrasi yang cantik dan tanpa money politik,” pungkasnya.

Baca Juga :  Ratusan Pengurus dan Warga PSHT Ranting Sukodono Sragen Juga Turun ke Jalan Tolak Perobohan dan Pembongkaran Tugu. Ketua Ranting Sebut Perobohan Tugu Justru Bisa Jadi Bumerang!
Calon kades muda, Bekti Priyo Sambodo, didampingi tim sukses dan relawan saat mendeklarasikan Pilkades damai dan anti money politik, Rabu (31/7/2019). Foto/Wardoyo

Ketua Panitia Pilkades Pelemgadung, Suparno menyampaikan Bekti menjadi calon kedua yang mendaftar di Pilkades Pelemgadung. Pendaftaran akan ditutup tanggal 5 Agustus hingga pukul 16.00 WIB.

“Nanti kita lanjutkan rapat pleno. Setelah berkas lamaran masuk, tim akan melakukan melakukan penelitian persyaratan-persyaratan dan memverifikasi apakah sudah memenuhi atau belum. Kalau belum lengkap, kita beri kesempatan lengkapi persyaratan pada 22-26 Agustus 2019,” terang Suparno.

Soal semangat menjaga Pilkades anti money politik yang diusung calon Bekti, pihaknya mengapresiasi. Terlebih, saat ini sudah ada tim Satgas anti money politik mulai dari kabupaten hingga desa.

“Kalau kita mendukung sekali (anti money politik). Supaya mendidik masyarakat agar dalam memilih calon pemimpin di jenjang apapun, jangan karena uangnya. Tapi lebih pada integritas dan SDM-nya yang bagus. Kalau panitia memang menghendaki seperti itu,” tandasnya. Wardoyo