loading...
Loading...
Foto/Humas Polda

REMBANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Upacara bendera untuk memperingati HUT ke-74 Kemerdekaan Republik Indonesia di lokasi ini menyisakan cerita  sangat spesial di Rembang. Upacara berlangsung di tempat tak biasa, di atas perbukitan kapur Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, Kabupaten Rembang, Sabtu ( 17/8/2019).

Lebih unik lagi, bendera merah putih yang dibentangkan di atas perbukitan, berukuran super jumbo, yakni mencapai 74 Meter.

Bendera itu melambangkan usia Indonesia Merdeka. Sedangkan lebarnya sekira 16 Meter. Belasan komunitas ikut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Mulai Polri,komunitas pemuda, pecinta alam, hingga anak-anak motor.

Bendera ini pernah dipakai oleh komunitas di Tuban, Jawa Timur. Kala itu panjangnya 72 Meter. Saat akan dibentangkan di perbukitan Gunem, tinggal menambahkan 2 Meter dan menyesuaikan lebarnya. Dulu saat proses penjahitan, memakan waktu hampir 1 bulan.

Membentangkan bendera merah putih sebesar itu, apalagi di atas bukit, tak sekedar membutuhkan nyali. Tapi juga keahlian dan peralatan yang lengkap. Ternyata bukan pekerjaan yang mudah.

Diantaranya anggota Sat Binmas Polres Rembang Bripka Muji Sutrisna dan Bripda Endang yang ikut bertugas membentangkan bendera, mengaku menghadapi sejumlah kendala.

Baca Juga :  Demi Bayar Hutang, Warga Hadipolo Nekat Jadi Penjambret

Bripka Muji Sutrisna mencontohkan kendala keterbatasan peralatan, tenaga ahli dan banyaknya pepohonan di perbukitan, sehingga kain bendera kerap tersangkut.

“Alatnya kurang, Duri-duri kan banyak, harus kita bersihkan dulu. Tim intinya cuman 6 orang. Meski demikian, kita harus tetap mengutamakan keselamatan, “ ujar Bripka Muji (Senin, 19/8/2019) dilansir Tribratanews Polda Jateng.

Saat baru sebagian bendera terbentang, sejumlah warga yang datang langsung berdecak kagum, sambil mendokumentasikan melalui kamera. Bripka Muji mengaku terharu, karena bisa menikmati pemandangan langka dihari Kemerdekaan RI.

“Ini kan momen sangat langka, belum pernah ada pengibaran bendera sepanjang 74 Meter di Kabupaten Rembang. Nggak biasa terjadi, ya tak bela-belain jauh-jauh datang ke sini. Saya ke sini bareng sama temen-temen Kompas STIE YPPI Rembang.“ bebernya.

Dipilihnya perbukitan Desa Tegaldowo, Kecamatan Gunem, karena lokasi tersebut merupakan pusat perbukitan kapur. Kawasan yang selama ini dianggap sebagai daerah resapan air.

Baca Juga :  Kasus PTSL Bonagung Dilaporkan ke Polda Jateng. BPN Sragen Masih Tahan 50 Sertifikat PTSL 2019, 5 Sertifikat Ditarik dan Dibatalkan 

Salah satu insiator kegiatan, Ahmad Rif’an menekankan pihaknya sekaligus ingin mengingatkan kepada masyarakat maupun dunia usaha untuk menjaga pegunungan kapur.

Supaya tidak semakin rusak oleh tangan-tangan jahil manusia, utamanya aktivitas tambang ilegal.

“74 bagi kami memiliki arti, tujuh atau dalam Jawa pitu berarti pitulungan, merupakan pertolongan Allah Indonesia bisa merdeka. Yang 4 adalah pilar-pilar bangsa Indonesia, meliputi Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia harus kita jaga, “ tandasnya.

Rif’an berharap semangat menjaga alam disela-sela peringatan Hari Kemerdekaan RI di Desa Tegaldowo, bisa merambah ke seluruh pelosok negeri. JSnews

 

Loading...