loading...
Loading...
Sugeng Priyono. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM- Masyarakat di wilayah Sragen diimbau untuk mengantisipasi krisis air dampak kemarau. Pasalnya, berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi Klimatilogi dan Geofisika (BMKG), puncak kekeringan di wilayah Sragen diperkirakan jatuh pada bulan Agustus ini.

Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen, Sugeng Priyono. Kepada Joglosemarnews.com, ia mengatakan dari perkiraan BMKG, puncak kemarau di Sragen diprediksi bulan Agustus.

Baca Juga :  Kecelakaan Tragis 2 Motor 1 Truk di Ngrampal Sragen. Tiga Orang Jadi Korban, Salah Satunya Anggota Polda Metro Jaya

“Perkiraan dari BMKG, kekeringan akan mengalami puncaknya pada bulan Agustus. Titik hujan diperkirakan mulai ada bulan November tapi sedikit,” paparnya ditemui di ruang kerjanya.

Berdasarkan prakiraan BMKG, pada bulan Agustus ini, intensitas kekeringan di Sragen cukup tinggi. Pihaknya meyakini lantaran prediksi BMKG biasanya melalui pendataan dengan akurasi tinggi.

Baca Juga :  Gara-Gara Korek Sebatang, Rp 24 Miliar Ludes Dalam Hitungan Jam di Doyong Sragen. Tersangkanya Kakek 59 Tahun

“Kalau dibanding 2018, perkiraan untuk jumlah droping, kelihatannya ada kenaikan. Karena data yang masuk, ada sekitar sembilan desa baru yang sudah kekeringan. Padahal sebelumnya tidak masuk database. Tapi pengajuan desa tambahan itu masih harus dicek lagi, ada tim reaksi cepat kami yang akan terjun mengecek ke lapangan apakah benar-benar kekeringan dan membutuhkan droping atau tidak,” tandasnya. Wardoyo

Baca Juga :  Terbongkar, Korupsi Pungli Alsintan Sragen Gunakan Sandi Uang Administrasi. Apri Akui 5 Kali Setor ke Sudaryo Antara Rp 2,5 Juta Hingga Rp 35 Juta

 

Loading...