loading...
Loading...
Sugeng Priyono. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Masyarakat di wilayah Sragen diimbau untuk mengantisipasi krisis air dampak kemarau. Pasalnya, berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi Klimatilogi dan Geofisika (BMKG), puncak kekeringan di wilayah Sragen diperkirakan jatuh pada bulan Agustus ini.

Hal itu disampaikan Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen, Sugeng Priyono. Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM, ia mengatakan dari perkiraan BMKG, puncak kemarau di Sragen diprediksi bulan Agustus.

“Perkiraan dari BMKG, kekeringan akan mengalami puncaknya pada bulan Agustus. Titik hujan diperkirakan mulai ada bulan November tapi sedikit,” paparnya ditemui di ruang kerjanya.

Baca Juga :  Kantongi SK Rehabilitasi dari DPP, Yuni Resmi Kembali Jadi Kader PDIP Sragen. DPC Makin Optimis Tatap Pilkada 2020

Berdasarkan prakiraan BMKG, pada bulan Agustus ini, intensitas kekeringan di Sragen cukup tinggi. Pihaknya meyakini lantaran prediksi BMKG biasanya melalui pendataan dengan akurasi tinggi.

“Kalau dibanding 2018, perkiraan untuk jumlah droping, kelihatannya ada kenaikan. Karena data yang masuk, ada sekitar sembilan desa baru yang sudah kekeringan. Padahal sebelumnya tidak masuk database. Tapi pengajuan desa tambahan itu masih harus dicek lagi, ada tim reaksi cepat kami yang akan terjun mengecek ke lapangan apakah benar-benar kekeringan dan membutuhkan droping atau tidak,” tandasnya. Wardoyo

Baca Juga :  2 Hari Tak Masuk Dinas, PNS Sragen Bekti Nugroho Yang Diduga Mesum di Mobil, Juga Mangkir Panggilan Klarifikasi. Bupati Serahkan Pemberian Sanksi ke BKPSDM

 

Loading...