loading...
Loading...
Ilustrasi siswa pakai masker cegah asap. Foto/Tempo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM  Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo di Mojosongo, Solo turut mengirim petaka bagi warga Karanganyar. Utamanya yang tinggal di perbatasan wilayah Mojosongo dengan Karanganyar.

Seperti di wilayah Plesungan, Gondangrejo, Karanganyar. Warga di wilayah yang berbatasan dengan areal TPA Putri Cempo ini beberapa hari terakhir, turut kena imbas asap dari dampak kebakaran Cempo.

Sejak Senin (29/7/2019) lalu, para siswa di sekolah yang ada di wilayah Plesungan, terpaksa harus mengantisipasi asap pekat yang terus mendera.

Bahkan, para siswa di SDN 02 Plesungan yang hanya berjarak sekitar 750 meter, dari kawasan Cempo, terpaksa mengenakan tutup hidung atau masker.

Baca Juga :  Beras Organik Karanganyar Mulai Bidik Pasar Ekspor. Permintaan Mulai Datang dari Batam 

Salah satu guru di SDN 02 Plesungan, Tiyono mengatakan, dampak asap mulai terasa setelah satu hari pasca kebakaran pada Senin (29/7/2019).

“Kalau ada angin berhembus ke arah utara, asapnya makin pekat. Makanya anak-anak sebagian memakai masker untuk antisipasi,” paparnya kepada wartawan, Sabtu (3/8/2019).

Tiyono menjelaskan meski belakangan konsentrasi asap sudah tak pekat seperti di awal, masker tetap menjadi alat yang dikenakan siswa. Masker itu diperoleh dari bantuan puskesmas setempat dan pihak sekolah.

“Kalau asap mulai pekat anak-anak, bisa langsung memakai. Sampai saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berjalan normal,” terangnya.

Guru lainnya, Ami berharap segera turun hujan. Sebab hanya dengan hujan akan bisa menghentikan asap dari kebakaran Cempo.

Baca Juga :  Di Hadapan Puluhan Sekwan se-Jateng, Bupati Karanganyar Pesan Sekwan Harus Dukung Fungsi DPRD! 

Ia mengatakan, tumpukan sampah di TPA tersebut dulunya masih datar dan belum menggunung seperti sekarang.

“Asapnya bisa hilang itu kalau sudah masuk musim hujan dan turun hujan lebat,” tuturnya. Wardoyo

 

Loading...