JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Dampak Asap Putri Cempo Jadi Petaka Siswa di Karanganyar, Sekolah Berharap Segera Turun Hujan

Ilustrasi siswa pakai masker . Foto/Tempo
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

IMG 20190804 232627
Ilustrasi siswa pakai masker cegah asap. Foto/Tempo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM  Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Putri Cempo di Mojosongo, Solo turut mengirim petaka bagi warga Karanganyar. Utamanya yang tinggal di perbatasan wilayah Mojosongo dengan Karanganyar.

Seperti di wilayah Plesungan, Gondangrejo, Karanganyar. Warga di wilayah yang berbatasan dengan areal TPA Putri Cempo ini beberapa hari terakhir, turut kena imbas asap dari dampak kebakaran Cempo.

Sejak Senin (29/7/2019) lalu, para siswa di sekolah yang ada di wilayah Plesungan, terpaksa harus mengantisipasi asap pekat yang terus mendera.

Baca Juga :  Berbahagialah Buruh di Karanganyar, UMK 2021 Naik Jadi Rp 2.054 Juta, Tertinggi se-Soloraya. Ketua Apindo Langsung No Comment!

Bahkan, para siswa di SDN 02 Plesungan yang hanya berjarak sekitar 750 meter, dari kawasan Cempo, terpaksa mengenakan tutup hidung atau masker.

Salah satu guru di SDN 02 Plesungan, Tiyono mengatakan, dampak asap mulai terasa setelah satu hari pasca kebakaran pada Senin (29/7/2019).

“Kalau ada angin berhembus ke arah utara, asapnya makin pekat. Makanya anak-anak sebagian memakai masker untuk antisipasi,” paparnya kepada wartawan, Sabtu (3/8/2019).

Tiyono menjelaskan meski belakangan konsentrasi asap sudah tak pekat seperti di awal, masker tetap menjadi alat yang dikenakan siswa. Masker itu diperoleh dari bantuan puskesmas setempat dan pihak sekolah.

Baca Juga :  23 Negara Mulai Buka Keran Kedatangan TKI, Karanganyar Pilih Tunda Dulu Keberangkatan Calon TKI. Ini Masalahnya!

“Kalau asap mulai pekat anak-anak, bisa langsung memakai. Sampai saat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berjalan normal,” terangnya.

Guru lainnya, Ami berharap segera turun hujan. Sebab hanya dengan hujan akan bisa menghentikan asap dari kebakaran Cempo.

Ia mengatakan, tumpukan sampah di TPA tersebut dulunya masih datar dan belum menggunung seperti sekarang.

“Asapnya bisa hilang itu kalau sudah masuk musim hujan dan turun hujan lebat,” tuturnya. Wardoyo