loading...
Loading...
Puguh Dwi Hartanto. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Fenomena semburan api dari dalam tanah ternyata tak hanya terjadi di tanah tegalan milik warga Desa Bonagung, Tanon, Sragen.

Data di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah mencatat, fenomena serupa bukanlah yang pertama terjadi di Jateng.

Pasalnya, dari catatan di ESDM, kejadian serupa juga pernah terjadi di beberapa daerah.

“Fenomena yang sama pernah terjadi di Wonogiri pada tahun 2015. Kemudian  di Purworejo tahun 2016. Lalu di Sragen ini,” ujar Petugas Cabang Dinas ESDM Provinsi Jateng, Puguh Dwi Hartanto, kepada Joglosemarnews.com ditemui di sela meninjau lokasi semburan api di Bonagung, Tanon, Senin (19/8/2019).

Baca Juga :  Terlena, Kandang dan Dapur Warga Masaran Sragen Ludes Dilumat di Jago Merah. Puluhan Juta Ludes Dalam Sekejap 

Puguh yang hadir bersama satu petugas lainnya, menuturkan bahwa semburan api yang muncul di lubang bekas sumur di tegalan warga Bonagung, Tanon, itu berasal dari gas alam.

Namun fenomena semburan itu dipastikan tidak berbahaya dan dipastikan akan habis dalam beberapa hari ke depan.

Tim berjumlah dua orang itu tiba di lokasi sekitar pukul 16 WIB. Tim didampingi Kabid Pengendalian LH Dinas Lingkungan Hidup Sragen, Ichwan Yulianto, Kapolsek dan Camat Tanon.

Baca Juga :  Miris, Bupati Sragen Ungkap Ada Satu Instansi Kehilangan Arah. Antar Kabid dan Kasi Tak Saling Sapa.. 

Tim sempat melakukan pemeriksaan terhadap fenomena semburan api yang muncul sejak Minggu (18/8/2019) malam tersebut.

Puguh menguraikan semburan api di Bonagung tersebut dipastikan tidak berbahaya. Menurut analisanya dan beberapa kasus sebelumnya, diyakini semburan api akan habis dalam waktu dekat.

“Tadi kita melakukan pengecekan langsung ke lokasi ditemukannya semburan api. Kondisi semburan gas sudah terbakar, sehingga kita hanya melakukan pengecekan secara visual. Tapi itu fenomena yang sudah terjadi di beberapa daerah,” urainya.

Puguh menguraikan berdasarkan kedalaman sumur bor tempat keluarnya api yang hanya berkisar 50 meteran, disimpulkan bahwa lokasi tersebut bukan reservoir gas. Karena reservoir gas hanya ditemukan di kedalaman 200 meter lebih.

Baca Juga :  Pilkada Sragen 2020, Golkar Akhirnya Putuskan Siap Maju Sendiri. Ada Enam Kandidat Sementara Yang Masuk Bursa 

“Jadi semburan gasnya bersifat lokal, sehingga diperkirakan akan habis dengan sendirinya dalam waktu dekat. Bisa jadi dua hari habis. Tapi kita tidak bisa memastikan kapan waktunya,” terangnya.

Sementara, demi keamanan, untuk sementara lokasi semburan masih dipagari pakai garis polisi.

Kabid Pengendalian LH DLH Sragen, Ichwan Yulianto menambahkan pihaknya sudah langsung melaporkan kejadian itu ke ESDM Provinsi sesaat setelah menerima laporan Minggu (18/8/2019). Wardoyo

Loading...