JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Gowes Wisata Solo Raya 2019 Bakal Digelar 15 September

Joglosemarnews/A Setiawan
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Komunitas Sepeda Gowes – Bangsawan (Gobang) menyelenggarakan tour de Solo Raya 2019 dengan tema “A Century Ride On Wonderful Cities”, Minggu (15/9/2019) pukul 06.00 WIB.

Gowes tersebut bakal menempuh rute dari Balaikota Solo – Tasikmadu – Karanganyar – Jumantono – Matesih – Girilayu – Karangpandan – Pendem – Mojogedang – Waduk Lalung – Alas Karet – Sukoharjo dan finish di Hartono Mall, Solo Baru.

“Acara ini digelar, bermula dari keresahan kami yang sering ikut olah raga sepeda jarak jauh. Kami pernah menempuh rute Yogyakarta, Bromo, Madiun, Bali dan lain-lain,” ujar Rachman Haryanto, selaku ketua panitia, Jumat (10/8/2019).

Joglosemarnews/A Setiawan

Dikartakan, rute tersebut memiliki jarak tempuh sekitar  120 kilometer Road Bike dan 100 kilometer Folding Bike/Seli dan 6 Km untuk lomba Kom dan Qom dengan kemiringan 22 persen. Gowes tersebut menyediakan total hadiah Rp 35 juta, dengan biaya pendaftaran Rp  500.000.

Baca Juga :  Diliputi Wajah Sedih, Keluarga 3 Korban Tewas Kecelakaan Maut Plupuh Sragen Terima Santunan Rp 150 Juta dari Jasa Raharja

Dijelaskan, pendaftaran ditutup Kamis (15/8/2019). Dan untuk sementara ini sudah ada 600 orang pendaftar.

“Tujuan diadakannya acara ini untuk menggabungkan antara bersepeda dan berwisata. Disamping itu juga memberikan tantangan bagi peng Bobby untuk mengikuti lomba Kom(King Of Mountain) dan Qom (Qween Of Mountain) yang sangat memacu adrenalin dan juga kami akan ikut menggalakkan pariwisata di Solo Raya,” ujarnya.

Event gowes di Solo tersebut menurut Rachman  berbeda dengan  event bersepeda jarak jauh lainnya. Pasalnya, kali ini akan digabungkan antara bersepeda dengan  berpariwisata.

“Contohnya, dari Solo nanti kita tidak langsung ke arah Karanganyar. Tapi kita akan lewat Keraton, Alun-alun Kidul, Laweyan, Kampung Batik kemudian ke arah Jurug. Sedangkan di Karanganyar kita berhenti di pasar tradisional, yaitu Pasar Jadoel,” bebernya.

Baca Juga :  LPK PPSDM Gelar Training Online APU PPT

Rachman menambahkan, lomba tersebut diperuntukkan bagi peserta non-atlet. Untuk itu, dia meminta para atlet menjadi Road Kapten. Khusus lomba Kom dibagi menjadi beberapa kategori.

Antara lain, under 35 (di bawah 35 tahun), master A (35-44 tahun), master B (45-55 tahun), dan veteran (di atas 55 tahun) dan Qom tidak ada pembagian kategorinya.

Sementara itu, Gunawan Indro selaku Road Kapten menambahkan, peserta ada 85 persen dari luar Solo dan 15 persennya dari Solo. Dengan posisi  tersebut,  ajang tersebut memang potensial sebagai promosi pariwisata di Solo.

“Kami sudah meminta para atlet sepeda untuk menjadi Road Kapten. Seperti Mas Bayu, Mbak Yanti, Mas Fadli lain-lain,” ujarnya. A Setiawan