loading...
Loading...

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM –  Tahun 2019 ini, Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB) Nasional mengajak seluruh siswa sekolah tingkat SD, SMP, SMA dan sederajat untuk menyemarakkan program gerakan menulis.

Program ini terdiri dari serangkaian kegiatan, meliputi lomba menulis puisi, menulis cerpen, artikel, penerbitan  dan peluncuran buku,  lokakarya maupun seminar.

“Lomba-lomba itu dirangkai dengan penganugerahan  juara, pPemecahan Rekor MURI serta  diakhiri  dengan  aksi donasi  Semangat  Sejuta  Buku: untuk Indonesiaku,” ujar Yahya Tatang Badru Tamam, Deputi IV Kantor Staf Kepresidenan RI, sebagaimana dikutip dalam rilis ke Joglosemarnews.

Tatang menjelaskan, Gerakan Menulis Buku Indonesia memiliki kreativitas dan nasionalisme luar biasa. Dengan inovasi dan program-program yang diciptakannya, mereka berhasil membantu pemerintah mewujudkan masyarakat Indonesia yang makin maju di bidang literasi, pendidikan, sosial bahkan secara ekonomi.

“Karena itu, mari kita dukung dan turut bergabung dengan misi GMB-Indonesia untuk menyalakan masa depan,” lanjutnya.

Founder Gerakan Menulis Buku Indonesia, Lenang Manggala menambahkan, program Gerakan Sekolah Menulis Buku Nasional adalah program yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Gerakan Menulis Buku Indonesia.

Program itu telah diselenggarakan sejak 2015 dengan hanya satu sekolah. Kemudian gerakan itu berkembang sampai ke tingkat kota/kabupaten di tahun 2016.

Baca Juga :  Nadiem Sebut Pergantian Sistem UN akan Memberi Tantangan Bagi Sekolah

Setahun kemudian, tahun 2017, gerakan itu merambah sampai ke tingkat karesidenan. Setelah di tahun 2018 mencapai  tingkat provinsi, maka tahun 2019 gerakan literasi ini kembali ke tingkat nasional.

“Rencananya, kami akan menggelar  program ini hingga tingkat internasional pada tahun 2020 nanti,” ujarnya.

Tak heran, program tersebut memunculkan harapan bagi Deputi IV, Kantor Staf Kepresidenan RI, Yahya Tatang Badru Tamam. Ia berharap program itu dapat mendukung upaya pemerintah untuk membangun sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter.

Misalnya, lomba menulis puisi ditujukan untuk menjadi media   ekspresi, memicu gairah berkarya, melatih kompetensi, serta memicu minat baca.

Sementara, penganugerahan juara dalam program ini ditujukan sebagai media apresiasi dan penanaman semangat kompetisi   sejak dini.

Lokakarya kepenulisan dan nasionalisme digelar untuk menebarkan inspirasi, memberikan penanaman pendidikan karakter, dan memberikan pelatihan kompetensi.

“Lalu aksi donasi buku adalah upaya untuk menanamkan sifat kepedulian pada sesama, menambah ketersediaan bahan baca gratis, memicu minat baca, menjadi sumber inspirasi, dan implementasi pendidikan karakter,” bebernya.

Baca Juga :  Persiapkan Generasi Unggul, SD Muhammadiyah 1 Solo Suluh Pencegahan Stunting Sejak Dini

Manfaat positif program ini juga dirasakan oleh Hasti Nurul Kusuma, pelajar dari SMA Negeri 1 Klaten, salah satu pemenang program GSMB tahun 2018 lalu.

“Program ini seru sekali. Selain itu, siswa juga akan merasa terapresiasi atas karya-karyanya. Sehingga kita menulis bukan hanya untuk konsumsi pribadi saja, tetapi semangat karena ternyata karya kita diapresiasi orang lain,” ujarnya.

Salah satu guru di SMA Negeri 1 Klaten juga mengakui, program tersebut luar biasa untuk memberikan support teman-teman sekolah lain untuk segera meningkatkan literasi di sekolah masing-masing.

“Masa depan Indonesia yang menyala adalah cita-cita, pengembangan budaya literasi adalah cara, dan program Gerakan Sekolah Menulis Buku adalah upaya nyata bersama untuk meraih cita-cita,” tutup Lenang Manggala. suhamdani

Loading...