JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Pencuri di Konter HP Asal Nigeria Ini Dibekuk Polisi, Ternyata DPO Kantor Imigrasi

Joglosemarnews / A Setiawan

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pelaku pencurian konter seluler D’Nom di Jalan Popda Nusukan, Solo, Sabtu (24/8/2019) adalah warga negara asing.

Usut punya usut, pelaku ternyata juga merupakan DPO dari kantor Imigrasi Solo. Pelaku diketahui berasal dari Nigeria berinisial KK (30).

Pelaku sudah melebihi batas kunjungannya ke Indonesia. Dia berkunjung ke  Indonesia sejak tahun 2018 silam, dengan izin tinggal berpariwisata.

Demikian dijelaskan oleh Kasat Reskrim Polresta Surakarta,  Kompol Fadli saat melakukan jumpa pers di markas Polresta Surakarta.

“Pelaku berwarga negara Nigeria ini juga menjadi DPO oleh kantor imigrasi. Jadi setelah selesai menjalani hukuman ini, kami limpahkan ke kantor imigrasi untuk diproses di sana,” ujar Kompol Fadli.

Baca Juga :  9 Lembaga Survei Bakal Lakukan Quick Count Pilkada Solo 2020

Modus yang digunakan pelaku asal Nigeria itu, yakni melihat situasi konter yang kosong. Kemudian, pelaku melihat-lihat barang apa saja yang bisa diambil.

“Malam harinya, pelaku  meenjalankan aksinya dengan cara mencungkil menggunakan linggis untuk mengambil uang, handphone dan laptop,” papar Kasat Reskrim Polresta Surakarta.

Fadli menambahkan, setelah mendapatkan laporan dari korban dan melihat CCTV yang terpasang di konter, petugas kepolisian langsung melakukan pengejaran.

Baca Juga :  Aksi Koboi Penembakan Mobil Mewah di Solo: Nyaris Kehilangan Nyawa, Sopir Ceritakan Detik-detik Saat Mobilnya Diberondong 8 Tembakan

Polisi berhasil menangkap pelaku KK di kos-kosan dalam waktu kurang dari 24 jam. Saat diinterogasi, ujar Fadli, pelaku mengaku ditinggal oleh temannya, sehingga ia terlantar di Solo.

“Lalu ia nekat mencuri untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Itu pengakuan dari pelaku,” ujarnya.

Dalam penangkapan itu, polisi mengamankan barang bukti berupa uang receh sekitar Rp 200.000, beberapa handphone berbagai merek dan satu unit laptop dan linggis yang digunakan pelaku untuk membobol konter. A Setiawan