loading...
Loading...
Jumpa pers terkait kematian Wonri di ujung timah panas petugas.

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM -Ketua cabang perguruan pencak silat Persaudaraan Setia Hati Tunas Muda Winongo (PSHW) Wonogiri, Riyanto memberikan klarifikasi soal sosok Andri Novianto alias Wonri. Si residivis Wonogiri ini tewas ditembus timah panas polisi.

“Kami tegaskan PSH Wonongo secara resmi tidak membela dan tidak memberikan bantuan hukum secara resmi. Tindakan Wonri merupakan tindakan pribadi, bukan merupakan tindakan atas nama organisasi,” kata dia, Kamis (22/8/2019).

Pihaknya meminta maaf bila ada salah satu oknum yang melakukan tindakan kriminal dan pemerasan. Secara tegas tidak mengijinkan dan mengimbau saudara seasuhan untuk tidak melakukan gerakan apapun yang dapat merugikan pribadi maupun organisasi.

“Terkait Wonri kami juga baru kemarin tahu telah melakukan pembacokan.
Kami juga tidak bisa memantau anggota satu persatu, mengingat anggota kami banyak sekitar 14.000-an,” tutur dia.

Baca Juga :  Pasca Lesus Mengamuk di Kedokan Tukulrejo Kecamatan Giriwoyo, Hal Ini yang Dilakukan Semua Elemen Masyarakat

Menurut dia, sebelum meninggal Wonri, sudah memberikan surat ke pengurus pusat. Intinya ingin menjadi pedagang.

Kasatreskrim Polres Wonogiri AKP Purbo Adjar Waskito menerangkan,
banyak yang menjadi korban Wonri. Tapi korban tidak melapor karena takut bila Wonri keluar, korban akan didatangi pelaku lagi.

“Kenapa kami lakukan tindakan tegas.
Setelah kami lakukan pencarian pedang di kos ternyata tidak ada, Wonri mengatakan di tempat lain.
Saat menuju ke tempat lain inilah Wonri berusaha kabur dan merebut senjata, sehingga kami lakukan tindakan tegas dan terukur. Karena bila sampai yang bersangkutan membawa senjata, bisa dimungkinkan digunakan untuk melukai masyarakat,” terang dia.

Baca Juga :  Fitri Idham Aziz, Istri Kapolri Berikan Tali Asih Untuk Keluarga Almarhumah Sri Suwartini di Wonogiri

Sebagaimana diwartakan, perjalanan kriminal Wonri berakhir di ujung timah panas polisi. Dua peluru bersarang di dadanya dan tewas seketika. Aria

Loading...