loading...
Loading...
Tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus padamnya aliran listrik di tiga provinsi di Jawa, Minggu ( 4/8/2019) benar-benar menampar wajah Prwsiden Joko Widodo (Jokowi).

Dalam rapat bersama pimpinan dan direksi PT PLN (Persero), presiden tak mampu menyembunyikan kemarahannya.

Tak sampai 15 menit menggelar rapat dengan pimpinan dan direksi PT PLN (Persero), Presiden  Jokowi sudah terlihat jenuh.

Wajahnya masam mendengar penjelasan direksi BUMN yang terkesan bertele-tele mengenai listrik padam massal di tiga provinsi.

Sejumlah teguran keras disampaikan Jokowi sejak membuka rapat didampingi sejumlah menteri. Namun tak telihat Menteri BUMN Rini Soemarno.

Tak lama kemudian Jokowi meninggalkan kantor PLN di bilangan Kebayoran baru, Jakarta Selatan, Senin (5/8/2019).

Tempo merangkum tiga teguran keras Presiden Jokowi terhadap kinerja PLN:

1. Jokowi Sebut PLN Tidak Bekerja Cepat Atasi Gangguan.

Presiden Jokowi sudah mengetahui alasan listrik padam adalah gangguan di dua sirkuit transmisi PLN di Ungaran dan Pemalang, Jawa Tengah. Namun, Jokowi tetap ingin mendengar penjelasan PLN dengan menyambangi kantor BUMN tersebut.

Menurut Jokowi, dalam sebuah manajemen besar seperti PLN, mestinya ada tata kelola risiko, seperti contingency plan dan backup plan. “Pertanyaan saya kenapa itu (manajemen PLN) tidak bekerja dengan cepat dan dengan baik?” ujar Jokowi.

Baca Juga :  Airlangga Paksakan Aklamasi, Golkar Rawan Pecah Usai Munas

2. Jokowi Sebut PLN Tak Belajar dari Pengalaman, Bisa Rusak Reputasi BUMN

Jokowi mengatakan PLN tak belajar dari peristiwa serupa pada 2002. Pada 17 tahun lalu itu juga terjadi blackout di Jawa dan Bali. “Mestinya itu bisa dipakai sebuah pelajaran kita bersama jangan sampai kejadian yang sudah pernah terjadi kembali terjadi lagi.”

Menurut Kepala Negara, kejadian ini tidak hanya bisa merusak reputasi PLN namun konsumen sangat dirugikan. “Pelayanan transportasi umum sangat berbahaya sekali. MRT misalnya. Oleh sebab itu, saya ingin mendengar langsung, tolong disampaikan yang simpel-simpel saja. Kemudian kalau ada hal yang kurang, ya blak-blakan saja. Sehingga bisa diselesaikan dan tidak terjadi lagi di masa-masa yang akan datang,” ujar Jokowi.

3. Jokowi Mengatakan Pejabat PLN Pintar Tapi Tak Perkirakan Risiko

Jokowi mendengarkan penjelasan teknis Plt Dirut PLN selama hampir 10 menit dalam rapat tersebut. Seolah enggan mendengarkan alasan PLN, menurut Jokowi penjelasan pimpinan PLN itu terlalu panjang dan tidak menjawab persoalan.

Baca Juga :  Miris, Bocah 4 Tahun di Surabaya ini Tubuhnya Penuh Luka Lebam, Mengigau 'Ampun Budhe'

“Pertanyaan saya, Bapak, Ibu semuanya kan orang pinter-pinter, apalagi urusan listrik dan sudah bertahun-tahun. Apakah tidak dihitung, apakah tidak dikalkulasi kalau akan ada kejadian-kejadian? Sehingga kita tahu sebelumnya, kok tahu-tahu drop? Artinya pekerjaan yang ada tidak dihitung, tidak dikalkulasi. Dan itu betul-betul merugikan kita semuanya.”

Setelah mendengar permintaan maaf yang kedua kalinya dari Plt Dirut PLN, Jokowi memerintahkan manajemen mengevaluasi dan melakukan perbaikan secepatnya. Dia juga memerintahkan listrik padam massal tak terulang kembali. “Saya ulang, jangan sampai keulang kembali! Itu saja permintaan saya. Oke, marilah terima kasih,” ujar Jokowi.

www.tempo.co

Loading...