loading...
Loading...
Joglosemarnews/A Setiawan

SOLO, Joglosemarnews.com – Sidang lanjutan pra peradilan terkait kasus tabrak lari di fly over Manahan dan mengakibatkan seorang tewas, memasuki sidang ketiga di Pengadilan Negeri Surakarta, Rabu (14/8/2019).

Sidang ketiga tersebut digelar dengan agenda pembuktian oleh masing-masing pihak yang dipimpin hakim tunggal Pandu Budiono.

Dalam sidang ke tiga tersebut, pihak Pengadilan Negeri memanggil Kasatlantas Polresta Surakarta sebagai saksi.

Baca Juga :  Ingin Bawa Sepeda Dengan KA, Perhatikan Peraturan Ini

Namun Kuasa hukum Polresta Surakarta, Iptu Rini Pangestu mengatakan Kasatlantas Kompol Busroni tidak wajib hadir memenuhi undangan PN Kota Solo.

“Pasalnya, Kasatlantas juga selaku kuasa hukum Polresta Solo,” ujar Rini.

Sementara itu, kuasa hukum dari LP3HI dan MAKI, Boyamin Saiman menyarankan Kasatlantas Polresta Surakarta untuk menggandeng Densus 88.

Baca Juga :  Soliditas Partai Terganggu, 13 DPC Hanura Desak Percepatan Munas

“Karena saya khawatir dan menduga kenapa satu bulan penabtak tidak ketemu. Bisa jadi mobil itu milik teroris, atau yang di dalam mobil itu bisa jadi teroris,” tutur Boenyamin Saiman.

Boyamin mengatakan, untuk memburu pelaku, sebenarnya polisi dapat mendata seluruh mobil Yaris warna putih yang keluar pada malam kejadian itu.

“Itu kan lama – lama bisa ketemu mobil siapa itu. Kenapa sampai satu bulan belum ketemu?” ujarnya.

Baca Juga :  Bank Indonesia Solo Santuni Yatim Solopeduli

Boyamin melihat sudah ada tiga alat bukti dalam kejadian tersebut, namun anehnya Polisi selalu bilang masih dalam tahap penyelidikan.

” Saya berharap ini segera dinaikkan menjadi penyidikan sehingga kepolisian mampu mengledah dan menyita agar masalah ini segera di selesaikan,” ujarnya. A Setiawan

Iklan
Loading...