JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kecelakaan Tragis Pelajar SMP di Gemolong Sragen. Rem Mendadak Ngunci, Korban Babak Bundas Terjungkal Dari Motor 

Ilustrasi motor ringsek kecelakaan Sragen. Foto/Dok JSnews
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi motor ringsek kecelakaan Sragen. Foto/Dok JSnews

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Kecelakaan tunggal menimpa seorang pelajar SMP di jalur Tanon-Gemolong, tepatnya di Dukuh Gandurejo, Desa Gemolong, Sragen. Seorang pelajar SMP babak bundas setelah sepeda motornya terjungkal akibat insiden rem depan mendadak mengunci.

Pelajar malang itu diketahui bernama Ridwan Maulana (15) pelajar asal Dukuh Dongdang RT 9/4, Gemolong, Sragen.

Ia terpaksa dilarikan ke RS Karima Utama setelah mengalami retak tulang saat mengendarai sepeda motor Jupiter Z AD 4889 PY miliknya.

Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM di Mapolres, Selasa (6/8/2019), kecelakaan tragis itu terjadi dua hari lalu sekitar pukul 15.30 WIB.

Baca Juga :  Diliputi Wajah Sedih, Keluarga 3 Korban Tewas Kecelakaan Maut Plupuh Sragen Terima Santunan Rp 150 Juta dari Jasa Raharja

Menurut sejumlah saksi mata, kecelakaan bermula ketika bocah di bawah umur itu mengendarai motor dan melaju dari arah timur menuju ke Gemolong.

Beberapa meter menjelang TKP, mendadak rem depan motornya tak berfungsi. Diduga rem mengunci sehingga setelah mengerem tak lagi bisa lepas.

Akibatnya, motor langsung berhenti secara frontal dan hilang kendali. Motor langsung jatuh dan korban terjungkal ke badan jalan.

Benturan keras membuat pelajar itu mengalami luka tangan kiri retak. Dia terpaksa dilarikan ke RS Karima Utama Kartasura untuk mendapat perawatan intensif.

Baca Juga :  Polisi Amankan Puluhan Motor Milik Pelaku Perusakan Tugu 3 Tugu PSHT Sragen. Kapolres Sebut Masih Mendata Pelaku, Minta Semua Menahan Diri!

Sepeds motornya juga rusak parah. Kapolres Sragen AKBP Yimmy Kurniawan melalui Kasubag Humas AKP Agus Jumadi membenarkan adanya laporan kecelakaan tunggal tersebut. Menurutnya kasus itu sudah ditangani oleh penyidik.

Atas kejadian itu, pihaknya mengimbau kepada orangtua agar lebih waspada dan tak membiarkan putra-putrinya yang belum cukup umur untuk mengendarai kendaraan bermotor. Karena hal itu sangat riskan dan membahayakan keselamatan. Wardoyo