loading...
Loading...
Penampakan Ketua Panitia Pilkades Patihan, Jumadi, saat diamankan warga Kamis (29/8/2019) tengah malam tadi. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Kasus ketidaknetralan Ketua Panitia Pilkades Patihan, Kecamatan Sidoharjo yang tertangkap basah ikut rapat bersama tim sukses salah satu Cakades, memantik reaksi dari Pemkab.

Wabup Sragen, Dedy Endriyatno mengatakan kasus itu diharapkan menjadi peringatan bagi semua pihak yang berkepentingan di Pilkades untuk menjaga netralitas demi kondusivitas Pilkades.

Hal itu disampaikan Wabup saat dimintai tanggapan perihal penggerebekan Ketua Pilkades Patihan, Jumadi oleh warga karena ikut rapat tim sukses Cakades, dua malam lalu. Ia mengatakan secara detail memang belum mengetahui kasus di Patihan.

Akan tetapi menurutnya, panitia, pejabat pemerintah dalam hal ini siapa pun yang berkepentingan terhadap Pilkades, sudah seharusnya netral dan tidak boleh melanggar peraturan dan ketentuan yang berlaku.

Baca Juga :  Kabar Terbaru Nasib Pemberkasan Honorer K2 yang Lolos PPPK atau P3K. Begini Pernyataan Bupati Sragen! 

“Kalau terbukti tidak netral, ya prosedur yang disarankan mekanisme seperti apa harus dijalankan. Kalau memang terbukti bersalah dan mempengaruhi, harus dilakukan tindakan untuk mengganti dan lain sebagainya. Lkukan seperti aturannya,” paparnya.

Wabup menguraikan ibarat sebuah pertandingan, ketika wasitnya tidak netral maka permainan itu tak akan enak ditonton.

Maka dari itu, ia menilai kasus di Patihan itu memberi keuntungan karena akan menjadi pelajaran bagi panitia-panitia yang lainnya untuk tak mencoba-coba melanggar aturan.

Baca Juga :  Pencurian 79 Buku Nikah di KUA Sragen, Kemenag Endus Libatkan Sindikat Pernikahan Ilegal! 

Saat ditanya apakah ada laporan soal kasus serupa dari desa lain, Wabup mengaku belum ada. Ia mengatakan baru mendapat satu laporan masuk yaitu dari Patihan saja. Wardoyo

Loading...