JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Nekat Motoran Sambil Nenteng HP, Siswi SMP di Rembang Malah Kena Begal. Korban Dipepet, HP Langsung Disikat 

Ilustrasi begal bacok. Foto/Tribunnews
Madu Borneo
Madu Borneo
Madu Borneo

IMG 20190630 153445
Ilustrasi begal bacok. Foto/Tribunnews

REMBANG, JOGLOSEMARNEWS.COM –  Berhati-hatilah apabila berkendaraan sendirian. Pasalnya, seorang siswi SMP di Rembang menjadi korban begal gara-gara nekat motoran sambil nenteng HP.

Walhasil, ulahnya bikin begal tergiur dan HP-nya disikat paksa.

Beruntung pelaku jambret yang meresahkan kaum wanita di Kabupaten Rembang itu berhasil diringkus.

Tersangka pelaku berinisial ST (39), warga Desa Suntri, Kecamatan Gunem. Ia semula menjambret HP milik seorang siswi perempuan berusia 14 tahun di Jl. HOS Cokroaminoto, Rembang saat bersamaan Hari Jadi Rembang belum lama ini.

Kala itu korban membawa HP di tangan kanan sambil naik sepeda motor, dari arah barat ke timur. Tiba-tiba dari arah belakang tersangka pelaku memepet kendaraan korban. Tak berselang lama, tersangka merampas HP Vivo milik korban.

Baca Juga :  Gubernur Ganjar Terus Pantau Persiapan Pembelajaran Tatap Muka Sekolah di Jateng

Kasat Reskrim Polres Rembang, AKP Bambang Sugito Rabu (28/8/2019) menjelaskan setelah melalui penyelidikan lebih dari dua Minggu, pihaknya bisa menyimpulkan keterlibatan tersangka pelaku.

Polisi mengamankan barang bukti HP Vivo hasil kejahatan dan sepeda motor Honda Beat yang dikendarai tersangka.

“Pada awalnya tersangka mengaku baru pertama kali beraksi. Namun kita tidak percaya begitu saja,“ kata Bambang dilansir Tribratanews Polda Jateng.

AKP Bambang Sugito menambahkan berdasarkan pemetaan waktu rawan tindak kejahatan, kasus jambret kebanyakan terjadi pada rentang pukul lima sore sampai dengan tujuh malam. Maka ia mengimbau masyarakat, terutama kaum wanita untuk lebih waspada.

Baca Juga :  Ketagihan Rekam Emak-Emak Sedang Mandi, Remaja Asal Wonosari Ditangkap Polisi. Saat HP-nya Dibuka, Astaga Banyak Emak-Emak Yang Sudah Direkam!

Kalau merasa dibuntuti orang mencurigakan, sebaiknya menghentikan kendaraan dan sebisa mungkin mendekat dengan rumah warga atau keramaian masyarakat.

“Hasil maping kami, jam-jam itu rawan jambret. Nah, kita ingatkan kalau ibu-ibu bepergian jangan sendirian, tapi ngajak temen. Kalau pun terpaksa sendiri, hati-hati, jangan gunakan perhiasan berlebih dan main HP, yang bisa memancing pelaku,“ imbuhnya.

Setelah tertangkap, tersangka ST dikorek keterangannya. Ia kemudian mengakui pernah beraksi di 3 TKP lain.

Masing-masing TKP Tasikagung mendapatkan HP Samsung J4, TKP sekitar Perumahan Tireman menggasak HP Xiaomi dan Taman Kota Mondoteko menggondol HP Huawei. JSnews