loading...
Loading...
Kondisi Perusda Apotek Sukowati yang terus merugi. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM- Komisi B DPRD Karanganyar tak menampik kondisi Perusda Apotek Sukowati Karanganyar memang tidak bergerak sesuai harapan. Karenanya jika Pemkab ngotot menutup dan menyerahkan pengelolaannya ke Kimia Farma, DPRD tak akan menghalangi.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi B DPRD Karanganyar, Tony Hatmoko kepada wartawan, Senin (19/8/2019). Terkait rencana Pemkab melimpahkan pengelolaan Apotek Sukowati ke pihak ketiga, Tony mengaku tak masalah.

Dirinya mengakui jika beberapa tahun lau, Perusda Apotek Sukowati memang pernah mengalami kerugian.

Namun ia mengatakan jika saat ini kondisi Apotek Sukowati sebenarnya tidak dalam posisi tidak merugi.

“Beberapa tahun lalu memang pernah mengalami kerugian. Namun saat ini, posisi Apotek Sukowati tidak merugi. Ada untung namun tidak signifikan,” paparnya.

Baca Juga :  Realisasi PBB Belum Ada 50 %, Bupati Karanganyar Klaim Masyarakat Selalu Tepat Waktu Bayar PBB 

Meski demikian, jika memang pemkab menghendaki pengelolaannya akan diserahkan kepada Kimia Farma, DPRD tak akan mencegah.

“Ya silahkan saja,” kata dia.

Pernyataan itu dilontarkan Tony menyusul keputusan Pemkab Karanganyar yang akan menyerahkan pengelolaan PD Apotek Sukowati kepada PT Kimia Farma.

Kebijakan itu dilakukan lantaran apotek milik Pemkab itu terus dirundung masalah dan merugi.

Apotek itu nantinya sepenuhnya akan dikelola oleh Kimia Farma mulai tahun 2020 mendatang.

Hal tersebut terungkap saat rapat evaluasi pendapatan daerah dengan seluruh OPD dan Perusahaan daerah, Senin (19/08/2019).

Baca Juga :  Karanganyar Bakal Jadi Tuan Rumah Event Olahrga Akbar Tingkat Internasional IOXC ke 11. Diikuti Atlet 12 Negara, Catat Jadwal Pelaksanaannya! 

Dalam rapat evaluasi yang dihadiri wakil bupati Rober Christanto, serta sekda Sutarno, orang nomor satu di Karanganyar tersebut, terlihat agak marah mengenai perkembangan dan pertumbuhan Apotek Sukowati.

Dengan perkembangan yang lambat dan terus merugi, menurut Bupati langkah terbaik adalah apotek tersebut dikelola oleh Kimia Farma.

“Apotek itu terus merugi, dan setoran ke PAD sangat tidak sebanding dengan modal yang diberikan oleh Pemkab. Apotek nggak ada manfaatnya, karena itu lebih baik kalau dilebur saja, kita serahkan ke Kimia Farma. Seluruhya biar dikelola Kimia Farma,” tandas bupati.

Baca Juga :  Terkait DAK Rp 82 Miliar, Tim Dirjen Pemprov Jateng Mendadak Cek Sejumlah Proyek di Karanganyar 

Selain menyoroti soal apotek Sukowati, bupati juga mempertanyakan pengelolaan Perusahaan Umum Daerah Edupark yang mengelola kolam renang dan taman dirgantara.

Orang nomor satu di Pemkab Karanganyar itu juga sedikit meradang melihat perkembangan dan pengelolaan PUD Edupark yang makin merosot.

“Sampai saat ini belum ada laporan dari Dinas Pariwisata yang mengelola objek wisata ini, terutama mengenai hasil PUD Aneka Usaha ini. Saya berharap ada kenaikan pendapatan dari tahun lalu yang hanya sebesar Rp 250 juta,” ujar bupati. Wardoyo

 

 

 

Loading...