JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Perusda Apotek Terus Merugi, Bupati Karanganyar Meradang Saat Evaluasi Pendapatan Perusda. PUD Edupark Juga Kena Semprot Belum Ada Laporan! 

Kondisi Perusda Apotek Sukowati yang terus merugi. Foto/Wardoyo

IMG 20190819 WA0025
Kondisi Perusda Apotek Sukowati yang terus merugi. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Pemkab Karanganyar memutuskan PD Apotek Sukowati, akan diserahkan sepenuhnya kepada PT Kimia Farma. Kebijakan itu dilakukan lantaran apotek milik Pemkab itu terus dirundung masalah dan merugi.

Apotek itu nantinya sepenuhnya akan dikelola oleh Kimia Farma mulai tahun 2020 mendatang.

Hal tersebut terungkap saat rapat evaluasi pendapatan daerah dengan seluruh OPD dan Perusahaan daerah, Senin (19/08/2019).

Dalam rapat evaluasi yang dihadiri wakil bupati Rober Christanto, serta sekda Sutarno, orang nomor satu di Karanganyar tersebut, terlihat agak marah mengenai perkembangan dan pertumbuhan Apotek Sukowati.

Baca Juga :  Kronologi Kecelakaan Maut Karyawati Tewas Mengenaskan Terseret Kereta Api 100 Meter di Perlintasan Pulesari Kebakkramat Karanganyar. Awalnya Nyelonong Nyebrang Lalu Bresss..

Dengan perkembangan yang lambat dan terus merugi, menurut Bupati langkah terbaik adalah apotik tersebut dikelola oleh Kimia Farma.

“Apotek itu terus merugi, dan setoran ke PAD sangat tidak sebanding dengan modal yang diberikan oleh Pemkab. Apotek nggak ada manfaatnya, karena itu lebih baik kalau dilebur saja, kita serahkan ke Kimia Farma. Seluruhya biar dikelola Kimia Farma,” tandas bupati.

Selain menyoroti soal apotek Sukowati, bupati juga mempertanyakan pengelolaan Perusahaan Umum Daerah Edupark yang mengelola kolam renang dan taman dirgantara.

Baca Juga :  DPRD Karanganyar: Kami Heran Petani Benar-Benar Menjerit Pupuk Langka, Tapi Dinas Bilang Stok Aman-Aman Saja!

Orang nomor satu di Pemkab Karanganyar itu juga sedikit meradang melihat perkembangan dan pengelolaan PUD Edupark yang makin merosot.

“Sampai saat ini belum ada laporan dari Dinas Pariwisata yang mengelola objek wisata ini, terutama mengenai hasil PUD Aneka Usaha ini. Saya berharap ada kenaikan pendapatan dari tahun lalu yang hanya sebesar Rp 250 juta,” ujar bupati. Wardoyo