loading...
Loading...
Ilustrasi serangan jantung. pexels.com

JOGLOSEMARNEWS.COM – Serangan jantung lebih rentan dialami oleh pria dibandingkan wanita. Serangan jantung dalam istilah kedokteran disebut penyakit jantung koroner dimana terjadi penyempitan pembuluh darah menuju jantung. Akibatnya, pasien akan mengalami kekurangan oksigen sehingga bisa menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani.

Dokter ahli jantung Hengkie F. Lasanudin mengatakan bahwa pria
lebih rentan mengalaminya daripada wanita. Dalam acara Layanan Kegawatdaruratan Jantung RS Pusat Pertamina, ia pun menjelaskan tiga alasannya.

Baca Juga :  Peneliti LIPI Sebut Tanaman Bajakah Miliki Kandungan Antioksidan yang  Melimpah

Pertama, hal ini berhubungan dengan tingkat stres. Menurut
Hengkie, pria memiliki rasa emosional yang lebih tinggi
daripada wanita. Sehingga tak heran, ini dapat menyebabkan
pecahnya dinding arteri yang mengandung plak dan pada akhirnya memicu serangan jantung.

Oleh karena itu, kontrol akan stres wajib ditanamkan oleh para
pria sejak dini. “Kalau punya masalah, belajar untuk
mengendalikan diri. Jangan terlalu dipikirkan terlalu dalam
karena akan merusak organ tubuh salah satunya serangan jantung ini,” katanya di Jakarta pada 1 Agustus 2019.

Baca Juga :  Begini Cara Menyimpan Daging Sapi dan Kambing di Freezer Agar Bisa Bertahan 12 Bulan

Kedua, ini terkait dengan kepemilikan hormon estrogen yang
dimiliki para wanita. Walau begitu, ada beberapa pria yang
memilikinya juga, namun angkanya sangatlah minim. Padahal,
estrogen berfungsi untuk menghalau sumbatan pada pembuluh
darah. “Itulah kenapa pria lebih banyak serangan jantung
daripada wanita. Tapi begitu wanita menopause, artinya tidak
memproduksi hormon estrogen lagi, ya jadi rentan serangan
jantung juga,” katanya.

Ketiga, ini merujuk pada angka obesitas yang lebih besar pria
daripada wanita. Memang, jika dilihat, banyak pria yang
memiliki perut menonjol. Sedangkan penimbunan lemak ini
dipercaya bisa menjadi plak dan menyumbat pembuluh darah. Oleh
karena itu, mengontrol makanan dan olahraga adalah hal yang
sangat disarankan Hengkie. “Secara kasat mata, pria memang
banyak yang badannya besar. Ini rawan sekali serangan jantung.
Sebaiknya pola hidupnya diperbaiki agar menurunkan resiko,”
katanya.

Baca Juga :  Hati-hati Kolesterol, IDI Yogyakarta Imbau Makan Daging Merah di Pagi Hari, Netralisir dengan Tomat dan Mentimun

www.tempo.co

Iklan
Loading...