JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Proyek Jalan Grompol-Jambangan Bikin Sengsara, Warga Sragen dan Karanganyar Demo Pelaksana. Hujan Debu Dinilai Matikan Usaha dan Picu Penyakit 

Warga saat menggeruduk pelaksana proyek jalan Grompol-Jambangan yang dinilai menyengsarakan akibat dampak polusi debu, Selasa (13/8/2019). Foto/Wardoyo
Warga saat menggeruduk pelaksana proyek jalan Grompol-Jambangan yang dinilai menyengsarakan akibat dampak polusi debu, Selasa (13/8/2019). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM  Aksi demo pecah di lokasi proyek pembangunan Jalan Raya Grompol – Jambangan, Sragen, Selasa (13/8/2019). Sejumlah warga dari dua wilayah kabupaten menggeruduk lokasi proyek untuk memprotes keberadaan proyek jalan yang dinilai menyengsarakan warga tersebut.

Aksi demo dipicu oleh polusi udara dampak debu yang tak kunjung ditangani. Pihak rekanan pelaksana dituding tak peka dan mengabaikan keselamatan warga.

Aksi demo melibatkan warga dari beberapa dukuh. Mereka datang dari Dukuh Slamat, Dukuh Gondang, Dukuh Jatirejo, Desa Jirapan, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen.

Suyadi Kurniawan ( 56) salah satu tokoh masyarakat Dusun Gondang, Desa Jirapan, Kecamatan Masaran, mengatakan aksi demo digelar sebagai puncak kejengkelan warga atas sikap abai dari pelaksana. Selama ini masyarakat yang tinggal di pinggiran jalan raya Grompol – Jambanan harus menanggung derita dan mengalami kelumpuhan usahal akibat debu proyek pembangunan jalan.

Advertisement
Baca Juga :  Bupati Sragen Ungkap Banyak yang Tanya Kenapa Mall Pelayanan Publik Dibangun. Ini Penjelasannya!

“Banyak masyarakat yang memiliki usaha di pinggir jalan ini mereka harus tutup total dan lumpuh usahanya karena debu ini. Sedangkan cicilan bank, biaya anak sekolah dan biaya hidup sehari hari setiap hari jalan terus, ini usahanya lumpuh gak bisa berdagang,” kata Suyadi diamini warga lain.

Suyadi menguraikan aksi protes digelar lantaran debu proyek sudah merasuk hingga ke dalam rumah. Ketebalan debu sangat mengganggu lingkungan karena masuk ke ruang tamu, kamar tidur, hingga dapur.

Baca Juga :  Pencuri Pompa Disel asal Karanganyar Dibekuk Saat Beraksi di Sragen. Pelaku Dipergoki Korbannya Sendiri

“Mending debu gunung mas dari pada debu proyek jalan ini, debu proyek kayak gini malah bikin penyakit,” bebernya.

Senada, Wahyuni (45) warga Gondang yang sehari – hari berjualan mie ayam juga merasakan dampak berat akibat debu proyek. Dirinya mengeluhkan bahwa setiap hari dirinya harus berjuang melawan hujan debu dan sesak nafas hanya untuk bertahan jualan.

Jika tidak dilawan atau di sirami, maka dagangan miliknya tidak laku karena banyak debu yang masuk ke warungnya.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua