loading...
Loading...

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – SD Marsudirini kembali maju ke lomba sekolah sehat tingkat Kota Surakarta. Penilaian dilakukan oleh lima orang tim dari Dinas Pendidikan Kota Surakarta, Senin (19/8/2019).

Tim penilai datang ke SD Marsudirini didampingi beberapa pengawas dan kepala sekolah peserta lomba sekolah sehat yang lain. Mereka diterima oleh segenap guru dan komite sekolah.

Salah satu tim penilai, Hartoyo menjelaskan, ada enam peserta lomba sekolah sehat tahun 2019 ini. Selain SD Marsudirini, lima sekolah lainnya yaitu SD Muhammadiyah 1, SD Negeri Bratan 1, SD Negeri Sabarang Lor, SD Negeri Sampangan dan SD Negeri Kratonan.

“Penilaian dilakukan dua hari, sekarang dan besok. Nanti dari enam sekolah akan diperas manjadi tiga, Juara I, II dan III. Juara I nantinya akan mewakili ke jenjang berikutnya,” kata Hartoyo.

Tim penilai foto bersama guru dan komite usai penilaian/Joglosemarnews

Hartoyo menjelaskan, beberapa hal yang dinilai dalam lomba tersebut antara lain mengenai pendidikan kesehatan, perilaku hidup sehat dan pelayanan kesehatan.

Baca Juga :  Ucapan Mendikbud Nadiem Makarim Dibahas Dalam Sidang Paripurna Majelis Senat Akademik 11 PTN

“Misalnya, bagaimana guru mendidik dan mengajarkan kesehatan pada anak-anak,”  bebernya.

Merunut ke belakang, Hartoyo menjelaskan, dalam lomba sekolah sehat selama ini, ada berapa problem atau kelemahan yang masih ditemui di sekolah-sekolah.

Beberapa di antaranya adalah pertama, pembuatan program sekolah sehat. Kedua, adalah alasan klise, yakni minimnya tenaga yang membidangi masalah kesehatan di sekolah.

“Ketiga adalah pengarusutamaan sarana dan prasarana (Sarpras). Labnya bagaimana, kantinnya, pagarnya, saluran airnya, dindingnya bagaimana. Itu diurus apa tidak?” ujarnya.

Dalam evaluasinya, salah satu tim penilai, Surati  memberikan masukan, sebagai sekolah ramah anak dan setelah melihat kondisi di lokasi,  sebenarnya SD Marsudirini Surakarta layak maju sebagai sekolah adiwiyata.

“Syarat  idealnya antara lain, sekolah perlu membuat sekitar 20 biopori dan empat sumur resapan. Silakan koordinasi dan kerja sama, karena kondisinya ini sudah bagus,” ujarnya.

Baca Juga :  Mendikbud Nadiem Makarim Luncurkan Program "Merdeka Belajar", Mulai 2021 Tak Ada Lagi UN

Sementara itu, mewakili Kepala Sekolah Sr M Cresentia OSF SPd, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Fransisca Sri Lani  berharap SD Marsudirini lolos dan bisa mewakili ke jenjang berikutnya.

“Namun kami tetap harus membenahi apa-apa yang menjadi kekurangan kami, sesuai masukan dari tim penilai tadi. Masukan-masukan itu kami catat dan akan kami tindaklanjuti. Tahun kemarin kita Juara II, semoga tahun ini bisa lebih baik,” ujarnya. suhamdani

Loading...