JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Suara Tembakan Penuhi Lapangan Kurusetra Yonif 408 Sragen. Puluhan Prajurit Menembak Sambil Berdiri dan Tiarap 

Foto/Istimewa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Foto/Istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM  Suara letusan tembakan terdengar beruntun dari Lapangan Tembak Kurusetra Yonif Raider 408/SBH Sragen pagi kemarin.

Puluhan prajurit Kodim 0725/Sragen terlihat berposisi tiarap dan melaksanakan latihan menembak dalam beberapa posisi. Mereka melakukan latihan menembak senjata ringan (Latbakjatri) Triwulan III TA 2019 yang akan dilaksanakan selama tiga hari mulai tanggal 13,14 dan sebagai cadangan tanggal 15 Agustus 2019.

Dandim 0725/Srg, Letkol Kav Luluk Setyanto mengatakan kegiatan menembak itu dilaksanakan selama dua hari dengan cadangan waktu satu hari.  Diharapkan dengan latihan menembak prajurit bisa memelihara keterampilan perorangan sesuai indek senjatanya masing-masing.

Baca Juga :  Kecelakaan Maut di Kadipiro Solo Seorang Warga Sragen Tewas, Sopir Diduga Tak Sadar Truknya Kesenggol, Ini Kronologi Versi Polisi

“Latihan ini guna meningkatkan profesionalisme maka semua prajurit diharapkan bisa mempunyai kesamaan sikap, visi misi dan tindakan dilapangan dalam rangka mendukung tugas pokok. Yakni menjaga stabilitas keamanan diwilayah tanggung jawabnya sesuai tugas pokoknya masing-masing,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (15/8/2019).

Dalam kegiatan menembak ini untuk Bintara dan Tamtama menggunakan senjata laras panjang M16 A1 dilaksanakan dengan menggunakan sikap tiarap.

Sedangkan jarak yang diambil adalah 100 m. Sedangkan untuk Perwira dan indek pemegang pistol menggunakan senjata laras pendek atau pistol FN46 yang mengambil jarak 25 m dengan sikap berdiri.

Baca Juga :  Di Hadapan Pengurus 10 Perguruan Silat di Sragen, Danrem 074 Surakarta Ternyata Akui Bangga Melihat Pesilat. Ungkap Dirinya Juga Pernah Ikut Perguruan Silat Ini!

Tidak lupa diawal kegiatan Perwira Koordinator menyampaikan agar selalu menjaga faktor keamanan tetap diutamakan. Terutama dalam pembawaan senjata supaya berhati-hati dan waspada karena bila terjadi keteledoran bisa menimbulkan akibat yang fatal.

“Keahlian menembak merupakan kemampuan dasar yang harus dimiliki setiap prajurit. Latihan menembak merupakan satu program pembinaan latihan rutin Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) yang dilaksanakan setiap tiga bulan (Triwulan),” terang Kapten Cpl Petrus Catur ( Danlat ). Wardoyo