loading...
Loading...
Tim PKM UMS saat menyerahkan peralatan jasa cuci motor kepada tim dari SLB YPAC. Foto : dok

 SUKOHARJO (JOGLOSEMARNEWS.COM)-Tiga dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta melakukan pelatihan keterampilan berwirausaha kepada anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) yang ada di SMALB YPAC Surakarta.  Mereka mengajari anak-anak yang mempunyai kekurangan baik secara fisik, mental, dan emosional agar memiliki kesempatan untuk bekerja secara mandiri.

Program pelatihan untuk anak-anak berkebutuhan khusus tersebut merupakan program PKM Dikti. Ketiga dosen yang tergabung dalam program ini adalah Dewita Puspawati, Wahyuddin dan Aflit Nuryulia Prawasti.

“ABK tetap memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan dan pelatihan, serta diharapkan tetap memiliki kesempatan untuk bekerja. Sayangnya, sampai saat ini kondisi anak-anak berkebutuhan khusus masih kurang mendapatkan tempat di hati masyarakat. Maka dengan pelatihan ini diharapkan bisa membantu mereka,” ungkap Wahyudin dalam siaran pers yang diterima redaksi Joglosemarnews.com, Selasa (6/8/2019).

Dikatakan Wahyudin, proses pembelajaran ABK di sekolah meliputi materi teori dan praktik. Biasanya, siswa lebih memiliki ketertarikan yang lebih tinggi terhadap suatu kegiatan keterampilan dibandingkan dengan ilmu pengetahuan dasar. Sekolah Luar Biasa sebagai salah satu wadah pelatihan keterampilan anak, sebaiknya memberikan pelatihan-pelatihan yang baik dan sesuai untuk siswanya.

Baca Juga :  LPPM UMS Uji Coba Inovasi Produksi BBM dari Sampah Plastik

“Kemenristek Dikti sebagai kementrian dengan visi terwujudnya pendidikan tinggi yang bermutu serta kemampuan iptek dan inovasi untuk mendukung daya saing bangsa pada tahun ini memberikan dana hibah kepada para pendidik tingkat Universitas/dosen untuk berperan dalam kegiatan pengabdian masyarakat dengan program PKM (Program Kemitraan Masyarakat). Program tersebut dilaksanakan dalam kurun waktu kurang lebih satu tahun dengan menggandeng mitra pengabdian masyarakat,” tambahnya.

UMS sebagai salah satu pusat pendidikan di Surakarta, lanjut dia,  selalu berusaha ikut serta dalam program PKM. Program pelatihan ini dilaksanakan di SMALB YPAC Surakarta pada akhir Juli lalu. YPAC Surakarta sendiri juga memiliki beberapa program kemandirian yang sudah berjalan antara lain musik, perkusi, bengkel, kerajinan tangan, dan membatik.

Baca Juga :  Rektor Unisri: Qurban Tingkatkan Iman dan Taqwa

Wahyuddin yang juga selaku ketua pelatihan dalam kegiatan tersebut menuturkan, pelatihan ini berfokus pada hal-hal yang berkaitan dengan bengkel antara lain, cuci motor, tambal ban, servis, dan ganti spare part. Di antara banyak kegiatan tersebut, cuci motor merupakan program kerja yang menjadi fokus utama saat ini.

“Target dari program ini yaitu memberikan layanan jasa cuci motor secara langsung kepada masyarakat umum, sehingga siswa mampu merasakan terjun langsung di dunia kerja dan dapat meningkatkan kemandirian ekonominya di masa mendatang. Namun, oleh karena keterbatasan peralatan, siswa mengalami kesulitan dalam proses praktik cuci motor,” katanya.

Tim PKM dari UMS memberikan alat-alat cuci motor kepada pihak YPAC agar pelatihan berjalan lebih maksimal dan para siswa juga lebih mudah dalam menjalankan praktiknya. Dana pelatihan pengabdian masyarakat ini didanai oleh Kemenristek Dikti melalui LPPM UMS.

Baca Juga :  Salat Idul Adha di UNS, Prof Ahmad Yunus : Kurban merupakan Manifestasi dari Kesadaran kita Sebagai Makhluk Sosial 

”Hasil dari pelatihan tersebut difokuskan pada peningkatan keterampilan yang bertujuan agar pada saat lulus sekolah, ABK mampu bersaing dalam pencarian pekerjaan atau membuat lapangan pekerjaan sendiri. Hal tersebut juga bertujuan untuk meningkatkan kemandirian dalam menghasilkan sumber daya ekonomi,” tambah Wahyuddin.

Adapun materi-materi sekaligus praktik yang diberikan pada pelatihan tersebut yakni, pertama, melengkapi peralatan cuci motor di bengkel SMALB YPAC Solo terutama hidrolis tanam. Kedua, melakukan promosi dengan membuat flyer dan spanduk, dan ketiga, melakukan pelatihan akuntansi sederhana untuk siswa didampingi oleh guru dan wali murid, sehingga keberlangsungan usaha tetap terjaga. Selain pelatihan, pada hari itu juga turut dilaksanakan launching tempat cuci motor  yang diberi nama “DIFA” SMALB YPAC. (Marwantoro)

 

 

 

Iklan
Loading...