JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Akademia

UMS Kukuhkan Sofyan Anif Sebagai Guru Besar FKIP

Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pengukuhan Guru Besar FKIP, Prof Sofyan Anif, Kamis (8/8/2019). Prof Sofyan Anif merupakan Guru Besar (Gubes) ke-25 UMS. Istimewa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pengukuhan Guru Besar FKIP, Prof Sofyan Anif, Kamis (8/8/2019). Prof Sofyan Anif merupakan Guru Besar (Gubes) ke-25 UMS. Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar pengukuhan Guru Besar FKIP, Prof Sofyan Anif, Kamis (8/8/2019). Prof Sofyan Anif merupakan Guru Besar (Gubes) ke-25 UMS.

Rencananya, pengukuhan akan dihadiri oleh mantan-mantan Rektor UMS diantaranya Malik Fajar Dochak Latief, Bambang Setiaji, serta alumni-alumni UMS yang telah menyandang status Gubes.

“Pelaksanaan pengukuhan sebenarnya tidak wajib karena SK sudah keluar per tanggal 1 Juli 2019. Jadi pengukuhan ini semacam seremonial. Dan pada saat pengukuhan sekaligus saya akan membacakan pidato ilmiah,” urai Prof Sofyan, Rabu (7/8/2019).

Baca Juga :  Ujian Tulis Berbasis Komputer UNS Gelombang I Diikuti 12.395 Peserta

Mengambil judul “Pengembangan Kompetensi SDM Pendidik Berbasis CPD (Cortinus Profesional Development) Pada Era Disrupsi”, Prof Sofyan mengemukakan dasar oemikiran tentang persoalan pendidikan yang saat ini masih menjadi persoalan aktual.

“Yaitu kondisi kompetensi guru dari berbagai survei yang menunjukkan masih dalam taraf belum optimal. Kemudian karena peradaban dunja semakin berkembang pesat terutama perkembangan di bidang teknologi. Yang kemudian menghadirkan sebuah fenomena era industri 4.0. Bahkan negara lain yang lebih maju sudah masuk industri 5.0. Inilah yang dihadapi oleh profesi guru,” tutur Prof Sofyan.

Baca Juga :  BTN Serahkan 12 Unit Wastafel Portable Untuk UNS

Terkait hal itu, untuk bisa mewujudkan visi misi bangsa yakni menuju Indonesia Emas tahun 2045 pada saat kemerdekaan Indonesia ke 100 tahun.

“Kita menjadi salah satu dari lima negara yang kuat, maju dalam bidang ekonomi. Yang itu menjadi salah satu strategi untuk membawa Indonesia menjadi negara yang berkembang ipteknya,” tukasnya. Triawati PP