JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

783 Pendekar Santri Pagar Nusa Sragen Resmi Disahkan Jadi Warga Baru. Diingatkan Jaga Akhlak dan Kiai, Pengurus Tepis Isu Biaya Mahal 

Komandan Inti Pagar Nusa Sragen, Moh Ihwan Tasykuri MPD saat memberikan pengarahan pada warga baru Pagar Nusa yang disahkan tadi malam. Foto/Wardoyo
Komandan Inti Pagar Nusa Sragen, Moh Ihwan Tasykuri MPD saat memberikan pengarahan pada warga baru Pagar Nusa yang disahkan tadi malam. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Perguruan silat Pagar Nusa Kabupaten Sragen resmi mengesahkan 783 santri warga baru melalui prosesi pengesahan, Sabtu (7/9/2019) malam. Ratusan pendekar itu kini resmi memperkuat barisan perguruan Pagar Nusa Sragen yang sudah mencapai 6.000 warga.

Pengesahan digelar di Gedung Sasana Manggala Sukowati (SMS) yang dihadiri oleh Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, Kapolres AKBP Yimmy Kurniawan, Forkompida, sejumlah pengurus Pimpinan Cabang Pagar Nusa Sragen, Banom, IPPNU, Fatayat, Muslimat dan lainnya.

Ketua Panitia Pengesahan, Moh Ihwan Tasykuri MPD mengatakan 783 santri yang disahkan itu berasal dari 17 anak cabang di 17 kecamatan di Sragen.

Prosesi pengesahan meliputi registrasi, asma ingkung, pengarahan ke-NU-an dan kepagarnusaan serta ditutup seremonial pengesahan.

Menurutnya, dengan sudah disahkan, maka ratusan santri pendekar itu sudah resmi menjadi warga Pagar Nusa Sragen. Mereka diharapkan bisa menjaga soliditas serta marwah Pagar Nusa untuk senantiada menjaga kiai dan keutuhan NKRI.

Baca Juga :  Tambah 6 Positif dan 1 Sembuh, Berikut Daftar Lengkap Pasien Positif Covid-19 Sragen Hari Ini. Ada 3 Orang dari Gemolong dan 2 dari Masaran!

“Pagar Nusa ini mendidik santri menjadi orang yang akhlakul karimah. Artinya ilmu bela diri yang mereka miliki harus digunakan untuk membenahi akhlak, kemaslahatan umum dan yang terpenting menjaga kiai dan NU,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (7/9/2019) malam.

Ihwan menguraikan Pagar Nusa lebih banyak hadir untuk membentengi anak-anak muda berbasis santri agar tidak terjerumus ke hal negatif, termasuk narkoba. Kehadiran Pagar Nusa juga sedikit banyak memperbaiki mereka yang sudah terjerumus.

Pembekalan ke-NU-an oleh kiai. Foto/Wardoyo

Sisi kemaslahatan dan menjaga akhlak itu jauh lebih dikedepankan di Pagar Nusa ketimbang sekadar kemampuan olah bela diri. Hal inilah yang membuat perkembangan Pagar Nusa terus menunjukkan tren positif dari tahun ke tahun.

“Mereka yang masuk ke Pagar Nusa ini mayoritas yang ingin berbenah diri, berjuang untuk NU dan dipersiapkan menjadi kader-kader penerus pimpinan NU ke depan,” terang Ihwan yang juga Komandan Pasukan Inti Pagar Nusa Sragen.

Baca Juga :  Sragen Berduka, Ustadz Muda Habib MA Pimpinan Ponpes El Nusa Shobo Guno Meninggal Dunia Positif Terpapar Covid-19. Pemakaman di Ponpes, Tetap Dimakamkan Sesuai Protokol Covid-19

Ia mencontohkan sudah banyak tokoh penting Sragen yang lahir dari Pagar Nusa. Seperti Mukafi Fadli, Fathurrohman dan beberapa lainnya.

“Jadi Pagar Nusa ini nggak sekadar menekuni beladiri saja. Tapi yang terpenting silaturami dan semangat menjaga kiai,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Ihwan juga menegaskan bahwa untuk mendaftar dan latihsn Pagar Nusa adalah gratis. Sedangkan biaya pengesahan juga terbilang murah hanya Rp 560.000.

Penegasan itu disampaikan untuk menepis rumor yang dihembuskan oknum-oknum bahwa biaya Pagar Nusa sangat mahal.

“Pendaftaran kita gratiskan, latihan sampai jadi warga juga gratis. Biaya pengesahan kayak gini hanya Rp 560.000. Itu sudah meliputi uang pembinaan atlet, KTA, sertifikat dan lainnya,” tandasnya. Wardoyo