JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Tambang Rakyat Kajengan Blora Longsor, Seorang Pekerja Tewas

Tambang rakyat longsor / teras.id

BLORA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Tambang rakyat berupa galian C di Desa Kajengan, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, Jawa Tengah menelan korban seorang pekerja, Kamis (5/9/2019) siang.

Korban tewas bernama Rasmin (50), lantaran tertimbun bebatuan saat melakukan penggalian. Warga pun bergotong royong mengevakuasi korban sebelum pihak berwajib dan tenaga medis datang ke lokasi.

Kapolsek Todanan, Iptu Isnaini menyampaikan, Kamis (5/9/2019), sekitar pukul 15.30 WIB telah mendapat laporan adanya korban meninggal dunia (MD) diduga tertimbun batu galian C di Desa Kajengan.

Semula, korban pada pukul 13.00 WIB korban menggali tanah bersama teman-teman pekerja lainnya di sebuah tambang seluas enam meter persegi. Tambang itu adalah tanah tegalan milik seorang warga setempat.

Baca Juga :  BPIP Cermati Gaya Khas Ganjar saat Berikan Edukasi Ideologi Pancasila.

“Tiba-tiba batu yang berada di atasnya runtuh dan menimpa korban,” ujar seorang warga, Sabtu (7/9/2019).

Tidak lama kemudian, Polisi dan TNI bersama tenaga medis Puskesmas Todanan datang untuk melakukan pemeriksaan.

“Korban dinyatakan meninggal dunia tertimbun longsoran batu galian hingga mengakibatkan cedera berat,” ungkapnya.

Dijelaskan, bahwa lokasi galian adalah tabang rakyat, bukan milik pengusaha. “Luasnya kira-kira 6 meter persegi,” kata dia melalui telephonnya.

Baca Juga :  Jika Dinilai Berbahaya, Gubernur Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Pertimbangkan Usulan Penundaan Pilkada Serentak 2020

 

Lahan itu, menurut kapolsek, mau diratakan karena kondisinya berbukit. Setelah rata, rencananya akan dimanfaatkan untuk lahan pertanian.

“Galinya itu ya pakai alat tradisional,” tandasnya.

Terpisah, Kepala Desa (Kades) Kajengan, Sugiyanto,  menyampaikan, bahwa tambang itu sudah ada sejak lama.

“Sudah bertahun-tahun. Sebelum saya menjabat kades tambang itu sudah ada,” ujarnya.

Selama ini, kata dia, pihak pemdes tidak pernah diajak koordinasi perihal penggalian tambang tersebut.

“Selama ini tidak pernah ada komunikasi dengan kami,” ujarnya.

www.teras.id