JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Ada Jebakan Pelanggaran HAM, Jokowi Minta Aparat Tak Bertindak Represif

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aksi unjuk rasa di Wamena, Papua berujung ricuh. Namun demikian, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta aparat tetap menghindari bertindak represif.

Hal itu disampaikan Presiden melalui Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko.

Ia mengatakan, Presiden meminta penyelesaian insiden kerusuhan di Wamena, Papua dilakukan secara proporsional dan profesional.

“Caranya jangan sampai penyelesaian itu membangun emosi yang pada akhirnya aparat-aparat melakukan tindakan yang tidak diinginkan,” kata Moeldoko di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (23/9/2019).

Moeldoko mengatakan, Jokowi memerintahkan semua aparat keamanan untuk menahan diri dan tidak melakukan tindakan represif.

Baca Juga :  JK Minta Pilkada 2020 Ditunda Sampai Vaksin Covid-19 Ditemukan

Sebab, kata dia, ada yang memprovokasi untuk memancing aparat melakukan pelanggaran hak asasi manusia berat di sana agar menjadi agenda pada Sidang Umum PBB.

“Jadi jangan kita memunculkan situasi yang tidak bagus. Jadi semuanya harus terkontrol dengan baik aparat keamanan dan tidak ada langkah-langkah eksesif, tetapi keamanan menjadi kebutuhan bersama,” ujarnya.

Unjuk rasa yang berakhir dengan peristiwa pembakaran terjadi di Wamena, Papua, Senin (23/9/2019). Aksi itu berawal dari protes para pelajar terhadap rasisme seorang guru sekolah menengah atas di sana kepada muridnya di kelas.

Baca Juga :  Semua Tenaga Honorer Pusat hingga Pemda Bakal Subsidi Gaji

Kemudian, para pelajar pun melakukan unjuk rasa. Dari Kantor Bupati itulah, aparat keamanan mengeluarkan gas air mata dan menembak para pelajar di halaman Kantor Bupati.

Namun, Moeldoko membantah pemicu kerusuhan itu karena ada aksi rasisme.

“Kapolri tadi mengatakan tidak ada itu, sudah dicek ke sekolah tidak ada yang seperti itu,” ujar Moeldoko.

www.tempo.co