JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Asyiknya Bernostalgia Jawa di Museum Jawi Sukoharjo

Dok Museum Jawi Sukoharjo
madu borneo
madu borneo
madu borneo

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ibarat oase di tengah padang gurun, kehadiran Museum Jawi yang beralamat di Tanjung Jarak, RT 02/RW 01, Kelurahan Tanjung, Sukoharjo ini memberi angin segar bagi pelestarian budaya Jawa di tengah era milenial.

Sesuai namanya Museum Jawi, museum  ini memiliki koleksi benda-benda tradisional budaya Jawa. Berkat sentuhan tangan dingin A Bimo “Kokor” Wijanarko, museum ini didirikan tanggal 1 Oktober 2018 lalu.

Di museum yang berdiri di lahan seluas 2.400 meter persegi ini, terpajang aneka macam benda-benda, alat dan perkakas tradisional Jawa. Perkakas tersebut ada yang terbuat dari kayu, bayu maupun besi.

Baca Juga :  Sopir Truk yang Kecelakaan Terjun ke Dasar Sungai di Jembatan Gupit Kecamatan Nguter Sukoharjo Dievakuasi Selama 2 Jam, Motor yang Tertabrak Merupakan Kepunyaan Pemilik Warung yang Ikut Jadi Korban

“Ada barang-barang seperti tenggok, kuwali, tumbu dan lain-lain. Ada juga gamelan, kiriman dari Kelurahan Tanjung. Ada juga patung loro blonyo. Yaitu patung besar laki-laki dan perempuan Jawa,” ujar Bimo.

Meski kondisinya sederhana namun Museum Jawi sering dijadikan lokasi kunjungan outing class para siswa. Baik siswa PAUD, TK, SD maupun SMP.

“Di sini mereka bisa memainkan permainan tradisional Jawa. Ada engklek, sirah ula, betengan, macanan, nekeran dan lain-lain,” bebernya.

Baca Juga :  Polisi Pastikan Wanita Terbakar dalam Mobil di Sukoharjo Korban Pembunuhan
Dok Museum Jawi Sukoharjo

Melalui Museum Jawi tersebut, Bimo berharap anak-anak bisa kembali ke masa lalu dengan peralatan-peralatan Jawa. Para pengunjung bahkan dapat melakukan praktik di museum tersebut. Misalnya menanak nasi dengan tungku.

Pengunjung juga bisa tahu, bagaimana masyarakat Jawa dulu memasak dengan tungku dan kayu bakar. Mereka juga bisa belajar menggunakan peralatan seperti kukusan, dandang dari tanah liat dan lain-lain.

“Peralatan seperti ini tentu asing bagi pengunjung masa kini. Tapi mengasyikkan,” ujar Bimo. suhamdani